01 October 2021, 17:55 WIB

Erick Thohir Siap Kembangkan Vaksin Anak Negeri


Wibowo Sangkala | Humaniora

Menteri BUMN Erick Thohir siap mengembangkan vaksin produksi anak negeri.

"Selama ini Indonesia masih mengandalkan vaksin dari luar negeri. Sudah saatnya kita kembangkan produk dalam negeri," kata Erick dalam diskusi santai dengan Ketua Umum DPP GEMA Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi, di Masjid Agung  Banten Lama, Provinsi Banten, Jumat (1/10).

Erick berkisah perjuangannya memperoleh vaksin dari luar negeri sangat panjang dan berliku. "Semua negara yang memproduksi vaksin disurati, tetapi dulu tak ada satupun yang membalas. Mungkin Indonesia dianggap negara miskin," kata Erick.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, lantas mengontak Presiden China karena realitasnya wabah Covid 19 berasal dari Wuhan, China sehingga kemungkinan besar riset vaksin di sana lebih awal. Demikian pula Kemenlu melakukan kontak. "Ternyata China bersedia pasok ke Indonesia," kata Erick.

Begitu China bersedia, negara lain langsung membalas surat-surat permintaan vaksin dari Indonesia. "Baru mereka tahu bahwa Indonesia mampu dan serius ingin membeli vaksin. Itulah sebabnya Indonesia sekarang mempunyai banyak pemasok vaksin dari berbagai negara," kata Erick.

Menurut Erick, di masa awal pandemik vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia, apapun merknya dan dari manapun asal negaranya. "Prinsip itu masih kita pegang hingga sekarang, tetapi ke depan Indonesia harus memproduksi vaksin sendiri melalui riset dan pembiayaan BUMN," kata Erick.

Vaksin produksi anak negeri bukan hal mustahil karena Indonesia memiliki BUMN di bidang perusahaan farmasi. BUMN juga memiliki sejumlah rumah sakit hasil integrasi rumah sakit yang dulu di bawah Pertamina, Pusri, Krakatau Steel. "Serangkaian uji klinis dapat dilakukan di rumah sakit milik BUMN dengan para ahli yang tersebar di seluruh instansi terkait," kata Erick.

Ahmad Nawawi menyambut baik rencana Erick Thohir mengembangkan vaksin produk anak negeri. "Langkah Erick mencari vaksin dari berbagai merk dan dari berbagai negara patut diapresiasi. Itu bentuk berjuang di tengah wabah dunia. Di awal pandemik DPP GEMA MA juga telah menyalurkan sejumlah bantuan paket sembako dari BUMN. Tentu di masa mendatang program vaksin produk BUMN akan kita dukung," tutur Nawawi.

Menurut Erick, bagi masyarakat awam kunci utama hidup di tengah pandemik adalah vaksin dan masker. "Lakukan vaksin dan gunakan masker, itu wajib dilakukan sebelum obat Covid 19 ditemukan," kata Erick.

Boleh jadi, menurut Erick, sebelum obat Covid 19 ditemukan maka masyarakat akan divaksinasi berulang-ulang. "Produksi vaksin dalam negeri akan membuat Indonesia tidak tergantung pada vaksin dari luar negeri," kata Erick. (OL-13)

Baca Juga: Vaksin untuk Indonesia: Pentingnya Berbagi di Kala Pandemi

BERITA TERKAIT