30 September 2021, 22:55 WIB

Cegah Kebosanan pada Anak di Masa Pandemi, Asah Kreativitas Bidang Seni bisa Jadi Pilihan 


Mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI yang masih terus berlangsung ternyata tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, namun juga anak. Tanpa disadari bahwa anak merupakan korban tersembunyi dari dampak pandemi. 

Hal itu diungkap oleh Psikolog dari Yayasan Heart of People.id Yohana Theresia dalam webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan "Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital:. 

Di banyak kasus yang ditemui, dan berdasarkan hasil penelitian Soetikno, Agustina, Verauli, dan Tirta (2020) ditengarai adanya peningkatan permasalahan perilaku dan masalah akibat paparan stress di kala pandemi saat ini. 

Beberapa masalah yang timbul antara lain menarik diri dari keramaian (withdrawal), gangguan somatik atau somatic symptom disorder (munculnya gejala dari tubuh akibat kecemasan yang berlebihan), agresi, depresi maupun masalah perilaku lainnya. 

Kondisi itu disebabkan beberapa faktor pencetus, seperti ruang bergerak yang terbatas, pendidikan berkualitas yang belum merata, orang tua yang sibuk, serta kondisi psikologi yang tidak stabill. 

Maka timbul cara instan yang banyak diambil orang tua untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan gawai kepada anak, padahal pemberian gawai bukannya tanpa dampak. 

"Pemberian gawai seperti dua mata uang, selain positif dari gawai seperti memberikan kemudahan, informasi dan hiburan namun gawai juga memiliki efek negatif, khususnya jika tanpa dibatasi waktu penggunaannya," ungkap Yohana.  

Beberapa efek negatif dari gawai menurut Yohana berdasarkan riset yang dilakukan oleh  Straker, Leon M. & Howie, Erin K. (2016) dan Dr. John Hutton (2020), yakni : gangguan kesehatan fisik, terlambat bicara, masalah atensi dan konsentrasi, masalah pada executive function serta masalah perilaku. 

Untuk itu, Yohana menyarankan kepada orang tua untuk cerdas memiliki bentuk permainan yang cocok bagi anak yang dibagi berdasarkan umur dan kebutuhannya. 

Baca juga : Rebuild The World Asah Kreativitas Anak

"Permainan yang tepat juga sangat berguna untuk mendorong kreativitas bagi anak, dimana kreativitas sangatlah berguna bagi salah satu modal kesuksesan seseorang dimana depan," ujarnya. 

Salah satu bentuk permainan yang disarankan oleh Yohana adalah dalam bentuk explorasi permainan yang berbasis seni, seperti produk terbaru dari Faber-Castell, yakni Creative Art Series 2. 

Produk Creative Art Series merupakan produk yang sangat memperhatikan kebutuhan anak khususnya di usia Sekolah Dasar dan PAUD. Di dalamnya terdapat mewarnai, membuat prakarya/craft, yang memadukan unsur pengembangan atas motorik kasar, sensorik, pengenalan warna, melatih konsentrasi, dan tentunya kreativitas, tutup Yohana. 

Sementara itu, Product Spv Faber-Castell International Indonesia, Harsyal Rosidi mengatakan, Produk Creative Art Series ke-2 merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama kali diluncurkan pada tahun lalu, produk ini diharapkan mengulangi kesuksesan dari edisi pertama. 

"Produk itu dikembangkan sesuai kondisi yang terjadi pada saat ini, dimana pandemi menyebabkan anak mengalami kebosanan, serta dengan produk ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bisa meluangkan waktu bersama," ujar Harsyal. 

Adapun Creative Art Series II terdiri atas 4 produk, yakni Basketball Arcade, Glow in the Dark Clock, Colour Your Own Drawstring Bag, Finger Printing Art Set yang melengkapi edisi selumnya Stone Deco Art, Origami Fashion Design, Colour Your Own Tote Bag, Air Jet Sport Car, Make Your Own Kite dan 3D Frame Art.  

Harsyal menambahkan, didalam setiap kemasan Creative Art Series Faber-Castell juga disertai voucher untuk bisa mengikuti workshop yang diadakan secara daring oleh Faber-Castell. 

Saat ini Creative Art Series Faber-Castell tersedia secara eksklusif melalui official e-commerce Faber-Castell yang ada di Tokopedia dan juga Shopee. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT