30 September 2021, 20:30 WIB

Banyak Profesi Berbasis Digital Buka Peluang Bagi Kaum Muda


mediaindonesia.com |

SAAT ini semua jenis pekerjaan berhubungan dengan dunia digital. Bahkan, mereka yang menguasai teknologi digital memiliki penghasilan yang dapat sudah menyamai atau melampaui jenis-jenis pekerjaan konvensional.

“Istilah content creator muncul sebagai primadona, lalu disusul dengan pergeseran dari model bisnis lama ke bisnis baru,” kata Sekretaris Program Pendikan Produksi TV, Frsca Artinus,S,Kom, pada webinar dengan tema 'Profesi Broadcast di Era 4.0', pada Kamis (30/9).

Dalam webinar yang digelar Akademi Televisi Indonesia (ATVI) dan SMA Tunas Bangsa secara daring, Friska menjelaskan marketing menjadi digital marketing, bagitu pula public relation, menjadi digital public ralation.

"Namun istilah social media specialist, social media analyst, SEO (Search Engine Optimization) speciasist, mulai marak. Lalu akhirnya genre lain seperti content writer, web designer/developer hingga digital security," jelasnya.

Menurut Friska, adanya digital disruption yang merupakan perubahan terhadap teknologi digital dan model bisnis yang mempengaruhi value proposition dari produk atau jasa yang dijual, membuat banyak profesi-profesi yang satu dasawarsa lalu tidak pernah terdengar.

“Semua itu berkombinasi dengan millenial disruption dan pandemic disruption. Keduanya mengubah tatanan perburuan sebuah profesi dari mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di dunia broadcast,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur III ATVI, Handy Utama, mengatakan bahwa di era digitalisasi ini dunia audio visual, multimedia akan semakin berkembang dan akan memberikan peluang yang amat luas pada dunia kerja.

"Keterampilan produksi program acara ataa konten,a kan semakin banyak diperlukan. Saat ini peluang kerja tidak hanya di pertelevisian dan production house tapi akan meluas ke banyak perusahaan besar karena mereka sudah mulai memanfaat kan sosial media dalam berpromosi atau mensosialisasikan produk-produk atau jasa-jasa mereka," jelas Handy.

"Dan mereka mulai membangun departemen baru di perusahaannya yang bergerak di bidang audio visual multimedia. Akan diperlukan banyak SDM yg mumpuni di kompetensi produksi konten," ucapnya.

“ATVI sebagai institusi pendidikan vokasional sedang dalam proses peningkatan dari D3 menjadi D4 yang menghasilkan lulusan sebagai sarjana terapan setara S1.Ilmu komunikasi, produksi konten, keterampilan penguasaan alat produksi, video editing dan sebagainya, menjadi dasar utk kompetensi SDM yang dihasilkan,” tutur Hans, sapaan akrab Handy Utama.

Dalam pemaparan materi 'Menjadi Conten Creator dengan Menggunakan Smarphone Videograph', Teguh Setiawan mengatakan, video saat ini menjadi sebuah media yang paling popular untuk menyampaikan pesan.

Seperti dikatakan peneliti Forrester Research Dr James Mc Quivey bahwa video setara dengan 1.8 juta kata. Untuk itu konten video saat ini makin diminati. Untuk membuat konten tersebut saat ini tidak perlu membutuhkan peralatan yang mahal, cukup dengan smartphone.

“Smartphone saat ini memiliki fitur yang sangat mumpuni untuk membuat konten, ditambah tersedianya peralatan pendukung dengan harga yang semakin murah. Untuk membuat konten yang menarik mulailah dengan hal hal yang di sukai, kemudian buat konsep dan siapkan urutan pengambilan gambar,” kata Teguh.

Sedangkan Koordinator Leadership dan Wali Kelas 10 IPA SMA Tunas Bangsa, Esther Idawaty, mengatakan, tema webinar ini mejawab kebutuhan saat ini. "Melalui webinar ini peserta didik dibukakan pandangannya mengenai kesempatan dan peluang  profesi di masa depan," tambahnya. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT