30 September 2021, 13:28 WIB

Bocah Hampir Buka Pintu Darurat, Citilink : Ada Kelengahan Ortu dan Pramugari


Insi Nantika Jelita |

PT Citilink Indonesia membeberkan kronologi soal pendaratan darurat penerbangan QG 944 di Palembang, Sumatera Selatan pada (27/9) yang disebabkan oleh penumpang anak-anak yang melepas penutup pelindung tuas pintu darurat.

Vice President Safety, Security & Quality PT Citilink Indonesia Captain Teguh Kristiono mengatakan, insiden tersebut karena adanya kelengahan pengawasan dari orang tua (ortu) anak tersebut dan awak kabin yang sedang bertugas. Anak berusia 7 tahun itu duduk di seat row 11, sementara pintu emergency berada di seat row 12.

"Sepertinya bapak ibu anak kecil itu sedang tertidur, tidak mengawasi. Bukan dia keluar dari tempat duduknya pindah ke row 12, cuma dia hanya di tempat duduknya dan berdiri, lalu membuka cover jendela pintu, sehingga terlepas," jelasnya dalam tayangan IG Live @alviation, Kamis (30/9).

Teguh melanjutkan, setelah anak itu menarik ruas pintu darurat, lampu indikator menyala, menandakan bahwa pintu darurat tidak tertutup secara baik.

Baca juga : Operasi TMC Kalimantan Barat Berhasil Turunkan Jumlah Titik Panas

Namun, pada saat kejadian itu, pramugari yang bertugas tidak mengetahui karena tengah membelakangi anak kecil tersebut. Justru, insiden itu diketahui oleh penumpang lain dan segera melaporkan ke pramugari tersebut.

"Saat itu juga posisi pramugari sedang membelakangi, dia mendapat text call dari penumpang di row 15. Jadi penumpang di seat 12 dan 14 juga saat itu tidak menyadari. Pramugari langsung mendatangi dan mengembalikan tutupnya sedia kala," jelas Teguh.

Selain itu, soal langkah pilot Citilink dengan penerbangan QG 944 rute Cengkareng - Batam yang memutuskan mendarat darurat atau mengalihkan penerbangan sementara (divert) ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, masih tengah diinvestigasi oleh maskapai itu.

"Ini masih diklarifikasi ya, belum selesai. Ini bukan serius insiden. Saya apresiasi juga kepada pilot yang telah mendaratkan pesawat dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, mengenai keputusan kapten tersebut, hanya dia yang mengetahui, kewenangan penuh untuk dia melalukan tindakan," urai Teguh. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT