27 September 2021, 19:39 WIB

Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari AS dan Turki


Insi Nantika Jelita |

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan, pemerintah memperketat pintu masuk bagi pelaku perjalanan internasional dari negara yang mengalami lonjakan kasus covid-19 saat ini. Negara tersebut ialah Amerika Serikat (AS) dan Turki.

Diketahui, kasus covid-19 di Negara Paman Sam pada akhir Agustus, mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir. Tercatat dalam sehari rata-rata mencapai 200 ribu kasus baru lantaran adanya mutasi virus.

"Terdapat beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Turki itu juga dalam kategori cukup tinggi. Kedatangan orang asing ini kami lakukan pengamatan," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (27/9).

Pemerintah pun juga akan melakukan pengetatan untuk kedatangan perjalanan internasional ke daerah-daerah yang memiliki status level 4 PPKM. Untuk masa karantina tetap diberlakukan selama 8 hari bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Baca juga: Dikeluhkan PHRI, Sandiaga Wacanakan Sertifikasi CHSE tidak Hanya Dikeluarkan Satu Lembaga 

"Proses (karantina) ini hasil dari epidemiolog yang bilang, 2 hari itu sudah kelihatan reaksi kalau dia kena untuk varian Delta ini," tuturnya.

Menko Marves menambahkan, pemerintah juga akan mengatur soal alur penerbangannya kedatangan internasional di bandara agar tidak terjadi penumpukan penumpang.

"Untuk menghindari ini (lonjakan kasus covid-19), kami akan detail periksa. Setiap dua kali dalam satu minggu (di bandara). Seminggu ini kami adakan rapat untuk pemeriksaan detail soal ini," tutupnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II melaporkan, selama tiga hari berturut-turut dari 19-21 September, sebanyak 4.011 penumpang internasional mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.

Seluruh penumpang dari luar negeri yang baru mendarat di bandara tersebut, langsung menjalani tes PCR di Terminal 3 sebelum memproses keimigrasian untuk masuk wilayah Indonesia. Adapun dari 4.011 orang penumpang pesawat dari luar negeri itu, 1.997 di antaranya adalah pekerja migran Indonesia (PMI) dan 2.014 orang non-PMI.

"Mereka semua telah menjalani tes PCR sebelum memproses keimigrasian, untuk kemudian menuju lokasi karantina. Tidak ada penumpang dari luar negeri yang tidak menjalani tes PCR,” tegas President Director of PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (22/9). (OL-4)

BERITA TERKAIT