25 September 2021, 17:04 WIB

NU Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional


Andhika prasetyo | Humaniora

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem ketahanan kesehatan di Tanah Air.

Saat ini, menurutnya, ekosistem kesehatan nasional masih sangat rapuh. Itu ditandai dengan ketergantungan Indonesia terhadap alat-alat kesehatan impor.

"Sekitar 94% alat kesehatan di Indonesia adalah produk impor. Itu menandai rapuhnya sistem kesehatan nasional," ujar Aqil dalam pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (25/9).

Baca juga: Maruf Amin: NU Adalah Organisasi yang Membawa Perbaikan

Di masa mendatang, PBNU meminta pemerintah untuk serius meningkatkan keandalan di sektor kesehatan, mulai dari kemandirian farmasi dan alat medis hingga peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, ia juga meminta masyarakat terus mengikuti arahan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan. Saat ini, laju penyebaran covid-19 memang menurun, namun bukan berarti semua pihak kemudian boleh lengah dan lalai.

"NU telah kehilangan ratusan kyai selama pandmi. Ini musibah besar bagi NU dan unat Islam. Oleh karena itu, kita harus berusaha memutus rantai penularan. Kita harus menjaga seluruh warga dalam setiap kegiatan," tandasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT