25 September 2021, 08:05 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Angkat Rempah dan Kekayaan Maluku


Faustinus Nua | Humaniora

GERAKAN Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) kembali diluncurkan, Jumat (24/9). Dengan mengusung tema Aroma Maluku, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mendorong UMKM Tanah Air, khsususnya di Provinsi Maluku untuk mempromosikan rempah dan kekayaan Maluku.

"Sejalan dengan tema yang kami dukung gernas BBI Aroma Maluku akan mendorong UMKM di Maluku untuk mempromosikan narasi rempah dan kekayaan Maluku melalui digital marketing," ungkap Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim saat membuka Gernas BBI yang dipantau secara daring.

Ia mengatakan, provinsi Maluku sendiri merupakan provinsi kepulauan yang sudah dikenal kekayaan rempahnya sejak zaman kolonialisme. Rempah seperti cengkih dan pala adalah tumbuhan endemik dari provinsi tersebut.

Menurut Nadiem, potensi yang besar itu harus didorong melalui UMKM dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital saat ini. "Sehingga potensi skala lokal dapat maju ke panggung global," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa salah satu program Gernas BBBI adalah pelatihan digital marketing. Pemateri dari Kominfo, asosoaso e-commerce dan pegiat UMKM akan membantu para pelajar vokasi dan masyarakat umum untuk mengoptimalkan kehadiran teknologi digital.

"Ini difokuskan untuk memberi wawasan, pengetahuan dan keahlian dalam menunjang proses on boarding UMKM pendidikan vokasi," jelas Nadiem.

Dirjen Vokasi Wikan Sakarinto menyampaikan bahwa puncak Gernas BBI akan dilakukan pada November 2021 di Maluku. Kurang lebih 1 bulan sejak pembukaan hari ini, akan ada banyak kegiatan seperti webinar, pelatihan dan lainnya.

"Tujuan utamanya adalah pengembangan UMKM dalam upaya peningkatan ekonomi bangsa khususnya pemulihan pasca pandemi untuk menuju Indonesia tangguh," kata dia.

Gernas BBI Aroma Maluku merupakan kelanjutan dari episode sebelumnya seperti Gernas BBI Pelangi Sulawesi, Karya Kreatif Jabar, Lokal Keren Jatim.

Sejak gernas dikumandangkan mulai 2020 oleh Kemenko Marves tercatat sudah lebih dari 15 juta UMKM yang memasukan produk-produk di platform perdagangan elektronik. Dan 7 juta diantaranya tercatat merupakan on boarding dari gernas BBI sejak 2020.

"Harapanya barapa ratus ribu atau juta yang akan kita galang lagi September hingga November. Mari Berpacu lebih kencang lagi untuk berkreasi, berproduksi dan berbelanja produk-produk kita," tutup Wikan. (H-2)

 

BERITA TERKAIT