23 September 2021, 18:50 WIB

PGRI Dukung PTM Tetap Dilanjutkan Meski Terjadi Klaster Sekolah


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai pendapat Komisi X DPR RI untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka (PTM) meski terjadi klaster di 3 daerah sangat bagus karena mendukung pendidikan bangsa dan mencegah terjadinya learning loss.

Wakil Sekjen PGRI Dudung Abdul Qodir mengatakan pendapat tersebut menandakan bahwa adanya keinginan dari komponen bangsa ini untuk relaksasi menyiapkan sebuah proses kegiatan pembelajaran tatap muka yang bermakna, informatif, implementatif, dan menyenangkan. Walau pun memang ada risiko pasti di beberapa sekolah terjadi klaster baru.

"Hemat kami kalau terjadi klaster baru di sekolah maka segera diselesaikan, antisipasi, dan diupayakan agar tidak melebar ke sekolah lain yang sedang menyelenggarakan PTM," kata Dudung saat dihubungi, Kamis (23/9).

Baca juga: DPR Minta Tunda Pengumuman Hasil PPPK dan Cara Penambahan Poin

Oleh karena itu 3T atau pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) sangat penting sekali agar tidak lagi tercipta klaster-klaster baru di sekolah maupun di masyarakat.

"Tracking dan pengecekan dilakukan agar tahu dari mana kalau pun terkena positif segera isolasi dan selesaikan. Jangan mencari siapa yang salah apa lagi menyalahkan sekolah," ungkapnya.

Karena kebijakan ini adalah yang dibangun pemerintah pusat, pemda, kabupaten/kota, serta provinsi yang bekerja sama dengan sekolah dan orang tua.

"Saya meyakini bahwa sekolah tidak terjadi klaster baru tapi namanya pada era seperti ini semua pasti bisa terjadi. Sehingga yang harus kita lakukan adalah bagaimana meminimalisasi hal itu agar tidak terjadi lagi dengan melalui koordinasi dan komunikasi pemerintah pusat hingga daerah," katanya.

Kemudian langkah preventif selanjutnya ialah membangun sinergi agar tidak lagi terjadi klaster baru melalui edukasi di sekolah setiap siswa melalui guru dan orang tua sebagai role model. Bisa mengedukasi untuk membimbing dan mengarahkan anaknya terus protokol kesehatan selama PTM terbatas dilaksanakan.

"Saya meyakini kalau hal itu terus dijalankan akan minimal terjadi klaster baru di sekolah. Kalau pun terjadi kalau saya usul harus segera dilokalisir persoalan tersebut ditingkat sekolah masing-masing," jelasnya.

PGRI ingin dengan adanya PTM ini agar ada relaksasi terhindar dari learning loss apalagi loss generation. PGRI juga berharap semua unsur pendidikan guru, siswa, dan orang tua selamat dan mutu pendidikan segera bisa diperbaiki agar tetap stabil, bermutu, dan membaik.

"Ini semua merupakan langkah persiapan untuk PTN pascapandemi sehingga masyarakat bisa membiasakan pola hidup baru sampai proses pembelajaran tatap muka yang tidak hanya konvensional dan daring," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT