23 September 2021, 18:46 WIB

Negara dengan Vaksinasi Tinggi Alami Lonjakan Kasus, Satgas: RI Harus Belajar


Atalya Puspa | Humaniora

SATGAS Penanganan Covid-19 meminta pemerintah dan masyarakat belajar dari negara lain yang tengah menghadapi lonjakan kasus covid-19. 

Diketahui, sejumlah negara memang telah mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi. Seperti, Singapura (79%), Finlandia (73%), Inggris (71%), Jepang (66%) dan Amerika Serikat (63%).

Namun, negara-negara tersebut kini malah mengalami lonjakan kasus covid-19. Hal itu disebabkan relaksasi kegiatan masyarakat di ruang publik, serta menurunnya kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Adanya lonjakan kasus pada negara dengan vaksinasi tinggi ini, karena misalnya di Singapura, relaksasi dilakukan dengan berfokus pada penguatan 3T dan peningkatan vaksinasi. Tapi, kurang berfokus pada protokol kesehatan," ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Kamis (23/9).

Baca juga: Kasus Covid-19 di RI Turun, Wapres: Vaksinasi Digencarkan

Di Singapura, lanjut dia, akhirnya bermunculan klaster baru covid-19. Misalnya, klaster restoran, klaster tempat karoke, klaster mal, hingga klaster terminal bus. Kondisi serupa juga dialami Finlandia, yang mengalami lonjakan kasus covid-19.

Sebelumnya, ditemukan klaster baru dari tim sepak bola Finlandia yang datang dari Rusia, tanpa menjalani tes screening terlebih dahulu. Masyarakat di Finlandia juga cenderung tidak merespons upaya tracing oleh pemerintah. Sehingga, menghambat pelacakan dan penanganan kasus covid-19 sejak dini.

Di Inggris, klaster baru covid-19 bermunculan setelah diselenggarakan pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah. "Lalu, di Jepang terdapat klaster atau penambahan kasus covid-19 yang berhubungan dengan Olimpiade. Meski ada pembatasan ketat, namun tidak berdampak signifikan terhadap pola kegiatan sosial masyarakat," pungkas Wiku.

Baca juga: AS akan Sumbangkan Tambahan 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Begitu juga yang terjadi di Amerika Serikat. Cakupan vaksinasi covid-19 yang tinggi, ternyata tidak disertai dengan pengawasan protokol kesehatan yang baik. Penggunaan masker pun tidak menjadi kewajiban di beberapa tempat umum, sehingga menjadi salah satu faktor kenaikan kasus covid-19.

"Penting untuk dipahami bahwa target vaksinasi pada masa pandemi untuk membentuk kekebalan komunitas. Kekebalan itu baru terbentuk dengan sempurna, apabila seluruhnya telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap," terangnya.

"Kita tidak boleh berpuas diri dan merasa aman hanya dengan vaksin, terutama jika ada vaksin dosis pertama. Endemi dapat tercapai apabila peningkatan cakupan vaksinasi dibarengi dengan upaya kolektif lainnya, yaitu pengawasan prokes, hingga kepatuhan masyarakat," kata Wiku.(OL-11)

BERITA TERKAIT