23 September 2021, 00:06 WIB

 Survei : Kepuasan terhadap Proses Vaksinasi Tinggi, Alur Pendaftaran dan Prokes Perlu Jadi Perhatian


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

HASIL survei Change.org Indonesia, Katadata Insight Center (KIC) dan KawalCOVID19.id menampilkan data bahwa hampir semua yang sudah mengalami proses vaksinasi pertama ingin menyelesaikan dua dosis, sebagian besar puas dengan prosesnya dengan beberapa catatan perbaikan dalam pelaksanaannya. 

Campaigner dari Change.org Indonesia Efraim Leonar menyampaikan, melalui hasil survei tersebut, bisa memetakan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, terutama terkait dengan pengalaman vaksinasi mereka.

"Ini penting agar masyarakat bisa bergerak dan bersuara untuk memperbaiki program vaksinasi ke depannya," ujarnya.

Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. 

Head of Katadata Insight Center (KIC) Adek Media Roza menyebutkan bahwa 32,8% dari 6.468 responden divaksinasi di sentra yang diadakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, disusul dengan Puskesmas (21,8%) dan sentra vaksinasi non-pemerintah (17,2%). Sebesar 9,2% responden menyatakan divaksinasi di tempat kerja.

Sebesar 35,4% (atau 2.288) responden yang sudah divaksinasi baru mendapatkan satu dosis ketika survei berlangsung, dan 93.9% dari mereka berniat melengkapi dosis kedua. Namun ada 6,1% yang tidak yakin dan tidak ingin melengkapi dosis kedua dengan alasan ragu akan efektivitas vaksin (56,8%), efek sampingnya terlalu berat (23,7%) dan takut keramaian ketika proses vaksinasi (12,2%). 

Ada juga di kelompok ini beberapa orang yang sedang menjalani isolasi maupun yang baru sembuh dari Covid-19 sehingga harus menunda dosis keduanya.

Baca juga : Level PPKM Tak Bisa Turun Jika Vaksinasi Belum Capai Target

Secara umum, 87,2% responden puas dengan proses vaksinasi. Di antara mereka yang mengatakan puas, mereka yang divaksinasi di tempat kerja, rumah sakit, atau sentra vaksinasi non-pemerintah dan klinik swasta memiliki tingkat kepuasan lebih tinggi dari rata-rata. 

Di antara responden yang tidak puas, alasan yang disebut adalah terlalu ramai dan antrian panjang (58,5%), penjagaan jarak tidak ketat ketika mengantri (45,5%) dan proses pelayanan vaksinasi tidak teratur (36,9%), dan petugas yang kurang informatif (32,4%). 

Sementara hal yang selama ini sering kita dengar seperti kesulitan mendapatkan sertifikat bukan menjadi alasan utama ketidakpuasan, dengan 12,3% atau 102 responden menyampaikan keluhan tersebut.

Co-founder KawalCOVID19.id Elina Ciptadi mengatakan, bagian kedua dari survei, memberi gambaran bahwa responden cukup puas terhadap proses vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan, dan mengafirmasi peran sentra vaksinasi serta fasilitas kesehatan sebagai ujung tombak percepatan vaksinasi. 

Sementara untuk masukan perbaikan dari warga, Elina menambahkan, usulannya merupakan hal-hal praktis yang mudah dilaksanakan asalkan persiapan matang. 

"Misalnya mencegah keramaian yang bisa diatasi dengan sistem pendaftaran sesuai kuota, pengetatan protokol kesehatan di lokasi, sampai bimbingan teknis petugas. Kuncinya adalah jangan sampai warga yang sudah antusias divaksinasi putus asa karena mengalami berbagai kendala," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT