22 September 2021, 11:28 WIB

Lembaga Riset Taiwan CDRI Gelar Indonesia Urban Life Safety


mediaindonesia.com | Humaniora

BEBERAPA tahun ini, pemerintah Taiwan aktif dalam mendorong Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Commerce Development Research Institute (CDRI) sebagai wadah pemikir industri Taiwan terus mendorong produk Taiwan menuju pasar internasional dan juga turut aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.

Melihat kebutuhan mendesak Indonesia dalam menghadapi bencana, CDRI mengadakan “Indonesia Urban Life Safety” dengan bimbingan dari Biro Perdagangan dan Ekonomi Internasional Kementerian Perekonomian.

Dengan rencana perluasan pasar yang sempurna, CDRI akan membawa 15 produk berkualitas tinggi negara kami menuju Indonesia untuk menciptakan peluang usaha.

Mengenai hal ini, perencana pemasaran senior Tammy Ting dan Tony Lee mengatakan, “Beberapa tahun ini, Indonesia sebagai negara kepulauan sering mengalami bencana alam seperti gempa dan tanah longsor. Banyak gunung berapi Indonesia juga dalam kondisi aktif dan perlu diwaspadai."

"Taiwan sebagai pulau yang terletak di lokasi rawan gempa menghadapi kesulitan yang serupa. Taiwan terkenal dapat melakukan pencegahan bencana dengan baik. Keberhasilan ini tidak terlepas dari produk-produk yang dikembangkan oleh perindustrian Taiwan," jelas Tammy Ting.

"Penindakan terhadap bencana yang tepat dapat dilakukan melalui hal-hal seperti teknik pemantauan, teknik peringatan dini, teknik evakuasi dan teknik lainnya. Maka, perluasan pasar kali ini berharap dapat membagi pengalaman dan teknik pencegahan Taiwan yang berhasil tersebut kepada pasar Indonesia serta memperluas pasar industri Taiwan ke luar negeri,” jelas Tony Lee.

Berdasarkan saran dan pendapat ahli Indonesia terhadap kebutuhan pasar lokal, perluasan pasar kali ini akan fokus pada integrasi sistem bangunan yang meliputi 15 produk yang terdiri dari empat kategori yaitu: sistem pemantauan keamanan, sistem peringatan dini bencana, bangunan tahan bencana, dan sistem penindakan terhadap bencana. Karakteristik dan kekhasan setiap produk dipilih untuk menciptakan solusi yang terbaik.

Berhubung masih dalam masa pandemi, acara pertemuan pengusaha yang berlangsung selama tiga hari ini dilakukan secara daring, mulai dari tanggal 12 Oktober hingga tanggal 14 Oktober.

Tujuan acara pertemuan ini adalah memperluas peluang usaha bagi kedua belah pihak dan meningkatkan kualitas kehidupan serta keamanan lingkungan lokal. Acara pertemuan ini dapat membantu pengusaha Taiwan mencari agen distributor (bahan bangunan, peralatan, dll.) Indonesia yang cocok satu sama lain.

Selain itu, dengan mempertimbangkan penyebaran manfaat jangka panjang, penerapan solusi inovatif yang dimiliki Taiwan juga akan ditampilkan melalui video agar dapat menjangkau lebih banyak pengusaha lokal yang berminat.

Proyek ekspansi penjualan di Indonesia ini terbagi menjadi empat kategori, dengan total 15 produk. "Untuk sistem pemantauan keamanan, kami mengintegrasikan kunci pintu elektronik ARKLab, kamera CCTV VIVOTek, sistem kontrol akses Hundure, dan peralatan pemantauan Genkitek secara bersama demi menciptakan solusi yang lengkap," jelas Tammy Ting.

"Untuk pengintegrasian sistem peringatan dini bencana terdapat sistem pencegahan bencana eZomm Information, sistem informasi lapangan kebakaran Brocere, sistem alarm Hexsave, dan sistem peringatan dini P-Wave yang akan diaplikasikan untuk menghadapi bencana-bencana yang berbeda," papar Tony Lee.

 "Untuk bangunan tahan bencana, kami memilih perlengkapan pembersih udara HiPoint, pintu gulung tahan angin Tong Eann Shuttlers, cat tahan air dan panas Plimates, serta sistem pembersih udara RIA Tech. Sedangkan untuk “Penindakan Terhadap Bencana” terdapat saklar kompor gas otomatis First Metal, tirai asap anti api Nagaoka, dan perlengkapan pemadam kebakaran Chung Mei," jelas Tony Lee.

Jika Anda ingin berpartisipasi dalam acara online “Indonesia Urban Life Safety” atau ingin mengetahui lebih banyak informasi yang mendetail dan cara menghubungi masing-masing produsen, silakan mengacu kepada  https://vtgs.in/mia. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT