21 September 2021, 14:10 WIB

Menag: Santri Harus Siaga Jiwa dan Raga


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa pesantren memiliki sebuah entitas yang berperan dan berkontribusi besar bagi bangsa dan negara.

Dengan mengenakan sarung bermotif batik dan kemeja putih, Yaqut membuka peringatan Hari Santri 2021 yang mengusung tema "Santri Siaga Jiwa dan Raga". "Tema ini bentuk sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga. Menyerahkan jiwa raganya dalam membela Tanah Air. Mempertahankan persatuan Indonesia dan perdamaian dunia," ujar Yaqut secara virtual, Selasa (21/9).

Baca juga: Hari Santri 2021 Jadi Momentum Membangun Indonesia di Tengah Pandemi

Menurut dia, sejarah perjalanan santri di Indonesia sangat panjang. Bahkan, bisa diikuti sejak era Wali Songo sampai masa sekarang. Lebih lanjut, Yaqut menegaskan bahwa Indonesia tidak akan merdeka jika tidak ada santri.

Santri siaga jiwa dan raga memiliki makna penting di era pandemi covid-19. Yaqut mengingatkan para santri agar tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Termasuk, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, hingga mengurangi mobilitas.

Baca juga: Tokoh Muda NU: Silaturahim Nasional sebagai Tabayyun Jaga NKRI

"Siaga jiwa itu artinya santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak. Berpegang teguh pada aqidah nilai dan ajaran Islam Rahmatanlilalamin, serta tradisi luhur bangsa Indonesia," imbuh Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Adapun siaga raga, lanjut dia, berarti badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk bangsa Indonesia. "Oleh karenanya, santri tidak boleh lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia. Siaga jiwa raga menjadi sangat penting di era pandemi," pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT