21 September 2021, 13:44 WIB

Media Sosial Jadi Peluang Bagi Petani Milenial untuk Kembangkan Usaha


Despian Nurhidayat | Humaniora

SEKRETARIS Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari, mengatakan bahwa media sosial sangat penting keberadaannya bagi petani karena dapat menjadi peluang yang luar biasa dalam mendukung beragam kegiatan usaha tani di era digitalisasi termasuk pada kegiatan bisnis pertanian yang dikelola oleh petani milenial.

"Konten di media sosial harus dirancang dengan baik dan cerdas sehingga menarik, menjadi wahana untuk berbagi, dan menginspirasi karena dengan media sosial kita dapat memiliki jangkaua audien  yang luar biasa banyak dalam satu waktu dengan biaya murah" ungkapnya dilansir dari keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Selasa (21/9).

Baca juga: Rayakan Momen Kebahagiaan di Mercure Serpong Alam Sutera

Menurut Retno, penyelenggaraan bimtek (bimbingan teknis) merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui Direktorat Jenderal Hortikultura untuk mengakselerasi pengetahuan dan pemahaman petani.

Dari bimtek tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengharapkan ada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan dengan adanya informasi dan teknologi baru.

Salah satu petani yang menerapkan media sosial ialah Narji, di mana dia mulai bertani dan membuat vlog terkait pertanian. Narji mengungkapkan, tujuannya mulai berkecimpung di dunia pertanian salah satunya adalah ingin memberikan konten edukasi kepada masyarakat mengenai dunia pertanian.

“Saat ini, teknologi semakin canggih. Segala sesuatu jadi dapat disampaikan dengan cepat. Latar belakang keluarga saya juga petani. Jadi, ingin meneruskan kegiatan di bidang pertanian,” ujar Narji.

Di daerah tempat tinggalnya, Narji membentuk kelompok tani kecil memanfaatkan lahan yang tidak terpakai. Menurutnya, profesi bertani dapat menghilangkan stress dan mengurangi insomnia karena ketika bercocok tanam badan terasa lelah sehingga mudah mengantuk.

Terkait perancangan konten media sosial, dalam hal ini vlog di YouTube, Narji memaparkan bahwa konsep dasar dari pembuatan konten vlog-nya yaitu bagaimana cara dan proses petani dari nol sampai menjadi besar. Selain pada sosial media YouTube, Narji juga memanfaatkan sosial media Instagram miliknya untuk berbagi informasi terkait bertani.

"Jadi petani itu tidak perlu memulai dari yang besar, karena dari hal yang kecil pun bisa kita manfaatkan. Konten sekecil apapun juga, jangan pernah malu dan ragu. Terus konsisten dan sebarkan ke grup-grup yang ada," kata Narji.

Konsisten dan fokus merupakan kunci sukses yang dipegang oleh Narji dalam membangun sebuah konten bertani pada media sosial. Selain itu, belajar dari melihat konten orang lain serta percaya diri juga sangat membantu dalam proses membuat konten sosial media terutama dalam membuat vlog.

"Kalau kamu mau maju jadi petani, jangan lupa harus melek teknologi,” pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT