21 September 2021, 10:45 WIB

Kemen PPPA: Pencurian yang Melibatkan Anak Perlu Penanganan Khusus


Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora

PRAKTIK pencurian yang dilakukan oleh orangtua yang melibatkan anaknya sangat memprihatinkan dan memerlukan penanganan khusus seperti penanganan di luar jalur hukum yang memerlukan pendampingan.
"Kami sangat prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap bisa ditangani dengan sebaik-baiknya karena harus jelas dulu penyebabnya apa sehingga ibu ini mencuri dan melibatkan anaknya," ungkap Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Nahar, Selasa (21/9).

Dia menjelaskan penanganannya yang pertama yaitu karena ada unsur pencurian, tentunya ada proses hukum sedangkan penanganan di luar jalur hukum diperlukan pendampingan dan mendalami penyebabnya.

Untuk diketahui, viral di media sosial, seorang ibu melibatkan anaknya ikut mengutil atau mencuri barang. Menanggapi hal itu Wakil Ketua 2 Forum Anak Nasional (FAN), Muhammad Hafidz Al Farid (16) sangat menyayangkan dan turut prihatin melihat anak-anak diajarkan melakukan hal buruk bahkan oleh orang tuanya sendiri.

"Ini sudah bertentangan dengan hak-hak anak. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa perlindungan anak sangat penting dimasa sekarang. Orangtua seharusnya mengajarkan kebaikan bagi anak-anaknya bukan sebaliknya," ujar Hafidz.

Siswa kelas 11 IPA MAN Insan Cendekia Bangka Tengah ini menjelaskan dalam hal ini, para orang tua seharusnya dapat mendidik anaknya dengan baik. Terlebih, orang tua sebagai monitor pertama dan utama dalam tumbuh kembang anak.
Lebih lanjut Hafidz menegaskan dikhawatirkan didikan yang buruk semasa kecil, akan berdampak buruk pula pada masa depannya, begitu juga sebaliknya.

"Kami sangat berharap para orang tua dapat saling bersatu untuk mewujudkan dan menjaga hak-hak kami. Terutama dalam mendidik kami dengan hal-hal baik karena aktor bangsa di masa depan, adalah anak-anak hari ini," tutur Hafidz.(H-1)

BERITA TERKAIT