19 September 2021, 22:39 WIB

Tri Mumpuni dan 7 Sosok Perempuan Keren Berbicara dalam PWW


Iis Zatnika | Humaniora

Pengusaha sosial di bidang pembangkit listrik tenaga mikrohidro Tri Mumpuni, Brand Director Danone Aqua Intan Ayu Kartika hingga pemilik Batik Krakatou Hany Seviatry akan berbicara dalam Professional Women’s Week (PWW) yang akan diselenggarakan 20-24 September 2021 secara hibrid. 

Tri Mumpuni akan membawakan topik Menolong Sesama Melalui Wirausaha Sosial, sementara Intan Ayu dan Hany Seviatri akan memaparkan tentang kiat sukses berkarier di tengah tantangan multiperan.

"PWW terdiri atas kegiatan temu wicara, fesyen show, lelang amal, hingga pelatihan berbagai keterampilan bagi kalangan perempuan yang akan digelar berkelanjutan selama setahun penuh," kata inisiator PWW yang juga perancang busana Nina Nugroho.

Nina menjelaskan, sebanyak 12 pembicara dapat diikuti secara langsung dengan protokol kesehatan ketat di Jakarta juga daring, disertai penerjemah bahasa isyarat untuk teman tuli. "Kami mendukung para perempuan mengoptimalkan kontribusi multi-perannya di kantor dan di rumah.  Akan ada empat sub-tema yaitu, karier, keluarga, sosial, kecantikan dan fashion," kata Nina yang akan menampilkan 30 karya fesyennya di akhir acara, fesyen itu sebelumnya telah ditampilkan di panggung berbagai peragaan busana, di antaranya di Turino Fashion Week, Hongkong Fashion Week, ASC New York Fashion Week, Indonesia Fashion Week, Muslim Fashion Festival dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Sementara, lelang amal akan dilakukan pada 80 koleksi yang hasilnya akan didonasikan ke Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur-an di Klaten Jawa Tengah. Di akhir acara, kata Nina, akan dilakukan peluncuran gerakan #akuberdaya oleh 1.000 perempuan Indonesia yang akan hadir secara virtual. Rangkaian acara akan diselenggarakan melalui Instagram, Youtube dan situs ninanugroho.com/pww2021

"Di masa pandemi ini, para perempuan mengahadapi tekanan ekstra, mulai dari lingkungan kerja, masyarakat, pasangan, anak hingga lingkungan sekitar. Tantangan itu mulai aspek ekonomi, sosial, perubahan budaya, termasuk ruang gerak yang terbatas sehingga PWW diharapkan bisa menjadi wacana pembelajaran di tengah dahaga upaya peningkatan kapasitas perempuan," kata Nina. (*/X-6)

BERITA TERKAIT