19 September 2021, 11:43 WIB

Menkes: Penyuntikan Vaksin Booster pada Masyarakat Umum Tidak Etis


Atalya Puspa | Humaniora

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, penerimaan suntik vaksin dosis ketiga bagi golongan nonnakes tidaklah etis. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan vaksin dan bahkan belum mendapatkan vaksin suntikan pertama.

"Booster is clinically right, but ethically wrong. Antibodi memang akan naik. Tapi kalau sekarang ditanya, kita baru vaksinasi 78 juta orang. Artinya ada 125 juta rakyat yang belum seberuntung kita dapat vaksin pertama saja belum," kata Budi dalam diskusi virtual yang dipantau Minggu (19/9).

Budi mengungkapkan, permasalahan terbesar dalam program vaksinasi ialah ketersediaan vaksin. Dengan jumlah vaksin yang terbatas, Budi menegaskan bahwa semua orang harus mendapatkan akses yang sama.

Baca jugaGuru Besar UGM Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

"Vaksin itu jumlahnya terbatas. Itu tidak etis untuk kita maksa, ngotot, even mau bayar atau mencari sumber, mengambil jatah saudara-saudara kita yang tidak seberuntung kita. Melindungi diri sendiri saat orang lain kesulitan tidaklah etis," tegas Budi.

Ia juga menegaskan, bahwa vaksinasi bukanlah satu-satunya jalan untuk meredakan pandemi. Di samping vaksinasi, masyarakat juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mobilitas di ruang publik.

Belajar dari sejumlah negara yang cakupan vaksinasinya sangat tinggi, seperti Amerika Serikat, Israel, dan Inggris, ketiga negara tersebut justru kini kembali mengalami kenaikan kasus karena adanya varian baru.

"Kesimpulannya? Jangan jumawa. Jangan merasa bahwa vaksin adalah segalanya. Karena kita gak tahu akan ada varian baru seperti apa ke depan. Bisa dibuat vaksinnya gak," ucap dia. (H-3)

BERITA TERKAIT