18 September 2021, 19:24 WIB

Digitalisasi Pendidikan Perluas Akses Pendidikan Bagi Warga Indonesia


mediaindonesia.com |

PENDIDIKAN yang berbasis digital akan memperluas akses pendidikan bagi warga Indonesia di manapun berada termasuk bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Pernyataan tersebut disampaikan  Wakil Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur Lumpur Agung Cahaya Sumirat dalam sambutan webinar yang digelar Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dengan tema “Pendidikan Tinggi Digital, Peluang dan Tantangannya bagi PMI”.

Dalam webinar dilaksanakan melalui platform Zoom dan chanel YouTube UICI Official pada Sabtu (18/9), Agung Cahaya Sumirat  menyampaikan jumlah PMI di Malaysia saat ini mencapai sekitar dua juta warga negara Indonesia (WNI), termasuk para PMI ilegal.

“Dari jumlah ini, mayoritas dari warga kita ini memiliki tingkat pendidikan yang belum tinggi. Menyadari hal ini, seluruh perwakilan Republik Indonesia di Malaysia terus berupaya mengembangkan kapasitas PMI atau WNI yang dikerjasamakan dengan lembaga di Indonesia, termasuk pelatihan kewiraswastaan,” ungkap Agung.

Ia mengatakan kehadiran UICI menjadi tambahan kekuatan potensial untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dalam meningkatkan kapasitas PMI di Malaysia.

Sementara itu Koordinator Presidium Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ahmad Riza Patria Riza yang juga menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan webinar seperti ini sangat penting.

Menurut Riza, digitalisasi pendidikan telah menjadi tuntutan zaman, kegiatan ini juga menandakan bahwa pendidikan itu adalah hak bagi setiap warga negara Indonesa.“Terlepas dari apapun profesinya dan di mana pun domisilinya,” kata Riza.

Lebih lanjut Riza mengatakan bahwa pendidikan tinggi menjadi suatu hal yang penting bagi pekerja migran Indonesia.

Hal itu dikarenakan pendidikan menjadi sarana untuk meningkatkan daya saing para pekerja migran Indonesia dalam berkompetisi dengan pekerja asing negara lain.

“Saat ini daya saing tenaga kerja Indonesia masih perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperi Filipna. Kita berharap sosialiasi pendidikan digital ini mampu untuk terus mengajak para pekerja migran kita tertarik menempuh pendidikan tinggi. Sehingga kualitas tenaga kerja kita di luar negeri semakin baik, semakin tinggi dan mampu menjadi pekerja di sektor yang membutuhkan skil tinggi, demikian masa depannya semakin cerah,” imbuh Riza.

Sedangkan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI Ravik Karsidi mengatakan UICI hadir untuk memfasilitasi para pembelajar yang ingin melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi tanpa takut terbatas oleh tempat dan waktu, termasuk para pekerja migran Indonesia.

Menurut Ravik, tidak ada kata terlambat bagi para pekerja migran Indonesia untuk belajar.

“Karena Pak Agung mempunyai wilayah yang cukup luas di berbagai negara bagian atau Kerajaan Malaysia ini, nanti mudah-mudahan diberikan kesempatan kepada para pekerja migran Indonesia untuk mendapatkan kesempatan belajar seluas-luasnya,” kata Ravik.

Webinar  yang digelar UICI dan KBRI Kuala Lumpur ini dibuka dengan keynote speaker Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

Hadir pula sebagai narasumber adalah Rektor UICI Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin, M.Sc, M.Eng, dan Ketua Komnas HAM tahun 2014-2015 Prof. Hafid Abbas, dan moderator Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Mokh. Farid Maruf.

Sebelumnya, UICI juga menggelar webinar dengan PMI di Hongkong bekerja sama dengan KJRI Hongkong pada 29 Agustus yang lalu. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT