18 September 2021, 18:50 WIB

Epidemiolog: Disiplin Prokes Kunci Perubahan Pandemi ke Endemi


Atalya Puspa | Humaniora

MASYARAKAT harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan pandemi menjadi endemi di kemudian hari. Hal itu ditekankan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Hariadi Wibisono.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pandemi merupakan wabah penyakit yang menyerang luas ke beberapa negara dengan peningkatan jumlah kasus dan kematian. Adapun endemi merupakan situasi di mana suatu penyakit selalu ada, meskipun jumlah kasusnya tidak banyak dan tidak meningkat.

"Pandemi berubah jadi endemi, bila penanganan kasus cukup berhasil menekan jumlah kasus. Namun tidak sampai habis, sehingga masih ada kasus yang bersifat konstan dan sporadis," papar Hariadi, Sabtu (18/9). 

Baca juga: Menkes Optimistis Akhir 2021 Bisa Capai Cakupan Vaksinasi 70%

Sebaliknya, jika endemi tidak diawasi dengan fungsi surveilans yang baik, dapat menimbulkan peningkatan jumlah kasus yang tidak terkendali. Ketika kasus dibiarkan meningkat, endemi dapat berubah menjadi epidemi atau wabah.

"Bila wabah di suatu daerah atau negara tidak tertangani dengan baik, akan meluas ke negara-negara lain dan menjadi pandemi," imbuh Hariadi.

Untuk melanjutkan transisi menuju endemi, lanjut dia, pemerintah perlu memperkuat fungsi surveilans di ujung tombak. Dalam hal ini, dengan menyiapkan tenaga yang terlatih untuk menemukan, melacak dan mengambil spesimen, serta tindakan pemutusan penularan penyakit.

Baca juga: Kuartal III 2022, Vaksin Merah Putih Ditargetkan Dapat EUA

"Sedangkan bagi masyarakat, yang perlu dilakukan adalah kesadaran pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi," pungkasnya.

Pakar imunisasi Elizabeth Jane Soepardi menyebut pandemi menjadi endemi jika sirkulasi virus tidak bisa diputus. Sebab, virus tetap bersirkulasi atau berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok masyarakat yang lain. 

Untuk menuju endemi, pemerintah harus mulai menempatkan epidemiolog di setiap kabupaten/kota. Tujuannya, membantu mengidentifikasi fokus transmisi virus sebagai dasar untuk menerapkan kebijakan pembatasan, serta mengalokasikan sumber daya, seperti vaksin, obat, hingga anggaran.(OL-11)
 

 

 

BERITA TERKAIT