18 September 2021, 16:45 WIB

Kuartal III 2022, Vaksin Merah Putih Ditargetkan Dapat EUA


Atalya Puspa | Humaniora

LEMBAGA Biomolekuler Eijkman menargetkan vaksin Merah Putih bisa mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada kuartal III 2022.

"Mudah-mudahan jika uji klinis fase 3 selesai, atau sebelum uji klinis fase 3 selesai tahun depan, kalau hasilnya sudah baik bisa mendapatkan EUA. Pada kuartal III 2022 ditargetkan sudah bisa mendapatkan EUA," ujar Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio dalam seminar virtual, Sabtu (18/9).

Baca juga: RI Sudah Laporkan 5.788 Data WGS, Varian Delta Mendominasi

Pihaknya sudah berhasil menyelesaikan fase research and development untuk vaksin Merah Putih. Dengan begitu, bibit vaksin Merah Putih pun sudah dibuat.

Saat ini, lanjut Amin, pihaknya tengah berproses untuk melakukan transisi bibit vaksin tersebut ke industri. Dalam hal ini, industri farmasi yang bekerja sama dengan Eijkman untuk pengembangan vaksin, yakni Bio Farma.

"Sekarang masih proses scalling up, optimasi dan upgrading gear," jelas Amin.

Baca juga: Ini Solusi Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih

Adapun proses selanjutnya ialah melakukan uji praklinik, yakni uji coba pada hewan. Proses tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun. Selanjutnya, uji klinik fase 1 sampai 3 diharapkan bisa dimulai pada awal 2022, dengan jangka waktu 8 hingga 9 bulan.

Amin juga memastikan vaksin Merah Putih mampu mencegah covid-19 dengan berbagai varian. "Sesuai dengan pedoman WHO, bahwa selama efikasi vaksin di atas 50%, masih dianggap efektif. Kita masih mengembangkan vaksin yang di awal sudah direncanakan. Berharap bisa meng-cover semua varian," tutupnya.(OL-11)
 

 

 

BERITA TERKAIT