18 September 2021, 14:21 WIB

PPNI Minta Pemerintah Lindungi Nakes di Wilayah Rawan Konflik


Atalya Puspa | Humaniora

PERSATUAN Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengutuk keras terhadap tindakan brutal yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan siapapun terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan melayani masyrakat dan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang nakes Gabriela Meilan di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PPNI Harif Fhadillah. Untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi di kemudian hari, Harif meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah konflik.

"Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bersama TNI/ Polri untuk membuat sistem keamanan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di daerah konflik yang menjamin keselamatan nakes baik secara fisik, maupun non-fisik tidak terbatas melakukan pengawalan di fasyankes. Hal tersebut dikarenakan sudah beberapa kali kejadian korban nakes yang meninggal akibat kekerasan oleh KKB," kata Harif dalam keterangan resmi, Sabtu (18/9).

Baca juga: Membunuh Nakes Kejahatan Keji

Ia juga mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku kekerasan terhadap tenaga kesehatan agar tidak terjadi kembali kejadian seperti ini.

Selain itu, ia juga meminta kepada KKB untuk menghentikan segala bentuk penyerangan dan kekerasan kepada tenaga kesehatan yang bertugas melayani kemanusiaan di manapun tempat mereka ditugaskan termasuk daerah yang berada pada daerah konflik sosial

Sebagai informasi, sebelumnya diberitakan bahwa dua nakes berhasil ditemukan di dasar jurang di Disrtik Kiwirok Rabu (15/9) sore oleh tim gabungan TNI/POLRI. Gabriela adalah salah satu yang ditemukan meninggal, sedangkan rekannya Kristina Sampe didapati mengalami luka berat akibat seranngan senjata tajam KKB. (OL-4)

BERITA TERKAIT