15 September 2021, 23:30 WIB

10 Proposal Film Pendek Pemenang Kompro 2021 Siap Diproduksi


Faustinus Nua | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersiap memproduksi 10 proposal film pendek yang terpilih dalam ajang Kompetisi Produksi (Kompro) Film Tahun 2021.

"Sepuluh proposal yang terpilih akan mendapatkan kesempatan produksi film yang difasilitasi Kemendikbudristek, dan nantinya akan ditayangkan pada kanal Indonesiana TV," ujar Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Ahmad Mahendra, dalam acara Ngobrol Santai (Ngobras) Apresiasi 10 Proposal Film yang digelar secara virtual, Rabu (15/9).

Kompro Film Tahun 2021 merupakan wadah yang ditujukan bagi para sineas untuk meningkatkan kreativitas dan semangat berkarya di masa pandemi Covid-19. Selain itu, menurut Mahendra, kompetisi ini juga diselenggarakan untuk meningkatkan ketersediaan film pendek berkualitas yang mampu menanamkan pendidikan karakter, nilai budaya, dan kearifan lokal. "Kita memang sedang mengakumulasi produksi konten-konten yang akan tayang di dalam kanal Indonesiana TV," imbuhnya.

Kompro Film tahun 2021 juga diselenggarakan untuk memperkuat ekosistem perfilman melalui kreasi dan produksi dengan mengusung tema 'Dinamika Kebudayaan Indonesia'. Hal itu sebagai bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal melalui film pendek.

Dari 352 proposal yang masuk, sebanyak 10 proposal terpilih mendapatkan kesempatan untuk diproduksi. Dengan difasilitasi kementerian, para pemenang bisa melaksanakan proses syuting dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan bahwa 10 proposal terpilih itu berkesempatan mengikuti festival film internasional. Dan berharap agar film yang terpilih dapat ditayangkan di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF). "Ini kesempatan besar karena nggak sembarangan film yang bisa tampil dalam JAFF," tuturnya.

Sementara, bagi peserta Kompro Film yang belum terpilih, mereka akan mengikuti peningkatan kapasitas dalam bidang perfilman dengan mengikuti workshop yang dibuat oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru. "Nanti akan ada pengajar yang memberikan ilmu-ilmu perfilman sehingga peserta yang belum terpilih dapat meningkatkan kapasitasnya dan ikut Kompro Film lagi di tahun 2022," jelasnya.

Tim kurator sekaligus Direktur JAFF, Ifa Ifansyah mendukung film-film hasil kegiatan Kompro 2021 mengikuti proses seleksi pada ajang JAFF di bulan November mendatang. "Jika memang layak, kenapa tidak kita ikutkan dalam JAFF," ujarnya dengan optimis.

Dia berharap, 10 proposal yang terpilih dan dibuat film, nantinya dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak yaitu pembuat film, Kemendikbudristek, juri, dan kurator. Begitu pula bagi masyarakat yang menikmatinya bisa memperoleh nilai-nilai untuk memperkuat karakter kebangsaan.

Penulis yang menjadi juri dalam Kompro Film 2021 Gunawan Maryanto menjelaskan bahwa banyak peserta terjebak pada makna kebudayaan yang diartikan hanya seni dan adat istiadat. Menurutnya, makna kebudayaan sangat luas dan selalu dinamis.

"Dalam menyusun proposal yang paling dilihat adalah bagaimana para sineas mampu membaca situasi sesuai tema, yaitu dinamika kebudayaan Indonesia," kata dia.

Adapun, Kompro Film Pendek Tahun 2021 dilaksanakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama yang dimulai pada bulan April sampai Agustus 2021, sedangkan tahap kedua berlangsung sejak awal September hingga November 2021. Pada tahap satu, terdapat 352 proposal film dari 29 provinsi seluruh Indonesia mengikuti seleksi dengan hasil 10 proposal yang terpilih.

Sepuluh judul proposal yang terpilih adalah Ade: Ride To Nowhere, produksi Hore Production, Makassar; Culas, produksi Goodwork, Jakarta; Gang Permai 2, produksi Historia Kreator, Pontianak; Ibu Ora Sare, produksi Lab 162, Yogyakarta; Jiwo, produksi Catchlight Pictures Indonesia, Yogyakarta; Kabar Dari Kubur, produksi Kinovia X Childhood Gang, Tangerang; Membicarakan Kejujuran Diana, produksi Kembang Layar Indonesia , Jakarta; Pasukan Semut produksi Gertak Film, Pontianak; Radio Pakcik Mahmud produksi Zettamind Studios, Pekan Baru; dan Rasa (H), produksi Kembang Gula, Solo.(H-2)

 

BERITA TERKAIT