15 September 2021, 23:22 WIB

Bertemu Jokowi, Pedagang Bakso Keluhkan Harga Daging


Mediaindonesia.com | Humaniora

PAGUYUBAN Pedagang Mi dan Bakso Seluruh Indonesia (Papmiso) mendatangi Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (15/9). Ketua Papmiso DPK 2 Bekasi, Maryanto mengatakan, pihaknya diterima Menkop UMKM Teten Masduki sebelum bertemu dengan Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Maryanto mengadu soal harga bahan baku yang tidak stabil. Padahal, UMKM seperti yang dilakoni pedagang mi dan bakso sudah cukup terpukul dampak pandemi Covid-19.

"Harga bahan baku masih kacau, terlebih harga daging. Kami kesini memenuhi undangan Pak Presiden yang mau mendengarkan keluhan kami di lapangan," kata Maryanto yang karib disapa Marls Yanto itu.

Dia mengungkapkan, harga daging sapi yang jadi bahan baku utama bakso masih mahal, yakni Rp130.000. "Sejauh ini kita masih bertahan, tapi yang jelas ini memberatkan," ujar dia.

Lebih jauh Yanto menuturkan, kendala tidak hanya persoalan harga. Para pedagang mi dan bakso pun kesulitan untuk mendapat sertifikasi produk halal di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) daerah yang sebelumnya telah didaftarkan ke Kementrian Agama.

"Agak rumit, ada syarat salah satunya itu harus punya dapur atau rumah produksi yang khusus. Nah persyaratan seperti itu kan jelas menyulitkan. Kita kan UMKM, yang mungkin saja tidak semua punya sarana untuk itu," jelasnya.

Menjawab persoalan itu, Yanto bercerita Menkop UMKM Teten Masduki mengatakan, persoalan UMKM bukan hanya jadi masalah atau tugas Kementriannya. Melainkan juga menjadi tanggung jawab Kementrian lainnya.

"Tadi sudah dicatat juga sama Menteri UMKM. Persoalan ini segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian dan Kementrian Perdagangan," ucap Yanto mengikuti pernyataan Menteri Teten.

Sementara, Mas Yanto bersama Papmiso terus berupaya membangkitkan gairah warga untuk jajan bakso. Salah satunya mendukung kegiatan vaksinasi massal yang digeber pemerintah.

"Ternyata antusias atau respons warga untuk makan bakso masih tinggi. Terbukti saat kita gelar vaksinasi bersama Polri, pendaftar melebihi kuota dengan rangsangan gratis bakso dan voucher diskon," kata Yanto.

Dia mengungkapkan, agenda makan bakso gratis akan terus digelar. Kaitan dengan itu, para pedagang bakso menginginkan agar pandemi bisa cepat berlalu dan konsumsi bakso kembali pulih.

"Ya harapannya semoga warga semua bisa divaksin dan bisa kembali normal. Jelas kan nanti dampaknya kepada daya beli karena ekonomi kembali pulih. Ya sama-sama kita berdoa untuk Indonesia," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT