15 September 2021, 23:05 WIB

Upaya Turunkan Level PPKM Harus Dimulai Dari Individu


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyampaikan bahwa upaya kolaboratif dari mulai level individu masyarakat menjadi kunci agar Level PPKM dapat diturunkan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar.

Karena itu, ujar Johnny, pemerintah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama- sama memperkuat ikhtiar penerapan protokol kesehatan dan menyegerakan vaksinasi covid-19.

“Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dan tegur orang yang tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, mari kita antar orang tua kita atau kerabat kita yang sudah lansia ataupun anak kita yang masih remaja untuk segera vaksinasi. Dengan protokol kesehatan yang baik, niscaya level asesmen PPKM juga akan membaik dan aktivitas masyarakat akan lebih lancar," katanya, Rabu (15/9).

Berdasarkan data per 11 September 2021, sejumlah daerah telah menunjukkan perbaikan level asesmen PPKM. Di Jawa-Bali misalnya, hasil asesmen pada level aglomerasi dan kab/kota menunjukan perbaikan.

Aglomerasi Bali turun menjadi level 3, sedangkan Jabodetabek dan Surabaya turun menjadi Level 2. Selain itu, terdapat tambahan 24 kab/kota yang turun menjadi level 2 dan 6 kab/kota yang turun menjadi level 1.

Adapun, di luar Jawa-Bali hanya 6 kab/kota yang masih berada di Level 4, turun dari sebelumnya 23 kab/kota. Sementara itu, daerah yang menerapkan Level 3 dan 2 berjumlah masing-masing 330 kab/kota (naik dari 314 kab/kota) dan 50 kab/kota (sebelumnya 49 kab/kota).

Untuk terus menjaga momentum positif ini, sahut Johnny, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk terus mematuhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta mempertahankan disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan segera vaksinasi.

"Faktor kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat menjadi kunci utama penurunan level asesmen PPKM," tegasnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 5 September 2021, masih terdapat sejumlah masyarakat yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Tercatat 9,23% masyarakat yang beum patuh memakai masker. Adapun, 5 tertinggi lokasi kerumunan dengan tingkat persentase pelanggaran kepatuhan memakai masker adalah restoran/kedai (22,8%), jalanan umum (14,5%), rumah (12,6%), tempat wisata (9,3%), dan tempat olahraga publik/RPTRA (8,9%).

Selain itu, data tersebut juga mengungkapkan bahwa terdapat 10,3% masyarakat yang masih belum menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Lokasi kerumunan dengan tingkat persentase ketidakpatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling tinggi adalah restoran/kedai (13,9%), jalanan umum (11,9%), bandara (11,7%), tempat olahraga publik/RPTRA (11,1%), dan tempat wisata (9,8%).

"Pemerintah berharap semua pihak dapat bersikap secara bijaksana dengan memperbaiki penerapan protokol kesehatan agar pandemi semakin terkendali dan level PPKM di daerah dapat segera diturunkan. Semua dimulai dari diri kita sendiri,” paparnya. (H-2)

 

BERITA TERKAIT