15 September 2021, 06:30 WIB

Generasi Muda Harus Melek Literasi Digital untuk Cegah Intoleransi dan Radikalisme 


Faustinus Nua | Humaniora

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan generasi muda Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap persoalan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Sebagai calon pemimpin bangsa, generasi muda jangan sampai mengalami disorientasi terhadap bangsanya.

"Konten-konten seperti radikalisme intoleran itu begitu leluasa di era global ini. Begitu leluasa dapat kita akses di sosial media," ungkapnya dikutip dari laman Universitas Padjajaran (Unpad), Rabu (15/9).

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah bijak dalam bersosial media. Mengingat saat ini banyak misinformasi yang beredar di sosial media, penting kemampuan untuk memilih rujukan yang tepat dalam mengakses informasi agar tidak terprovokasi.

Baca juga: Pendidikan Harus Diarahkan Untuk Membangun Daya Kritis Siswa

Dikatakan Boy Rafli, saat ini, terutama di tengah pandemi, ada peningkatan pemanfaatan sosial media dalam penyebarluasan konten radikalisme. 

Untuk itu perlu adanya kewaspadaan penggunaan sosial media khususnya bagi generasi muda. 

"Literasi digital terhadap generasi muda ini yang wajib terus kita lakukan," ujarnya.

Selain bijak bersosial media, upaya pencegahan dan penangulangan terorisme pun dapat dilakukan melalui peningkatan wawasan keagamaan, kebangsaan, dan sosial politik.

Alumnus Program Doktor Ilmu Komunikasi Unpad tersebut mengingatkan, generasi muda jangan sampai melupakan jati diri bangsa. Perlu pemahaman kuat terkait perjuangan sejarah bangsa untuk dapat dicerna, dihayati, dan diamalkan.

"Dengan melakukan upaya penguatan nilai-nilai luhur bangsa, kita harapkan seluruh generasi muda bangsa Indonesia akan semakin cinta kepada negara ini, karena mencintai negara ini adalah merupakan kewajiban kita bersama tentunya sebagai anak bangsa," kata Boy Rafli.

Dia menilai isu tersebut adalah persoalan bangsa. Lantas menjadi kewajiban bersama sebagai anak bangsa untuk menjaga agar apa yang telah diwariskan oleh leluhur untuk tetap lestari dari masa ke masa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan pentingnya menyiapkan generasi bangsa. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan sarjana tetapi lebih pada generasi yang kuat karakternya dalam meresponsn tantangan zaman termasuk isu intoleransi dan radikalisme.

"Kami di Unpad menyadari menghasilkan seorang sarjana yang baik saja tidak cukup. Tetapi bagaimana sarjana itu atau lulusan tersebut juga dapat bermasyarakat dan membina keutuhan negara kita sebagai suatu bangsa yang sangat besar," kata dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT