14 September 2021, 19:05 WIB

Konsumsi GGL tak Seimbang Berpotensi Menurunkan Imun Tubuh


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Dr. Entos Zainal mengatakan saat ini masih banyak orang yang menjalani diet dengan tidak mematuhi konsumsi Gula, Garam dan Lemak (GGL) seimbang. Akibatnya, bisa menurunkan imun tubuh dan mudah tertular virus korona.

"Terdapat pedoman gizi seimbang di mana dalam aturan konsumsi GGL. Gula itu tidak boleh lebih dari 50 gram/ hari 11,8% penduduk Indonesia in take-nya atau konsumsinya lebih dari rekomendasi," kata Zainal dalam FGD: Gizi Pasien Covid-19, Selasa (14/9).

Kemudian konsumsi garam yang direkomendasikan seharusnya kurang dari 5 gram atau 2 ribu mg natrium/ hari tetapi 53,7% penduduk Indonesia in take lebih dari 5 gram. Termasuk lemak yang seharusnya maksimal kurang dari 67 gram/ hari sebanyak 27% orang-orang justru konsumsi lemak lebih dari 67 gram/ hari.

"Upaya pembatasan GGL juga bukan hanya dari setiap individu melainkan juga berasal dari makanan cepat saji untuk bisa mengurangi GGL. Kandungan pabrikan dalam negeri ternyata jauh lebih banyak GGL dibandingkan produk pabrikan di luar negeri," ungkapnya.

Sementara indeks konsumsi sayur dan buah, sebanyak 95,5% masyarakat masih kurang dari 5 porsi per hari padahal rekomendasi yang dibutuhkan sebanyak 400 gram.

Selanjutnya pedoman gizi tertentu harus juga bergerak di sisi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Program pedoman gizi seimbang nyatanya berjalan hanya di orang-orang tertentu saja.

"Kecukupan isi piring sekali makan 700 kalori saja dengan sayur, lauk pauk dan kalori serta protein seimbang," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT