14 September 2021, 08:30 WIB

Sebanyak 793 Mahasiswa Baru Instiper Ikuti Pembukaan Kuliah


Agus Utantoro | Humaniora

MENERAPKAN protokol kesehatan secara ketat, Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta, Senin (13/9) menggelar pembukaan kuliah bagi mahasiswa baru.

Namun, karena masih dalam masa pandemi covid-19, pembukaan kuliah Instiper tahun ini dilakukan dengan perpaduan antara luring dan daring. 

Sebanyak 59 mahasiswa baru mengikuti kegiatan pembukaan kuliah dari kampus di Karangnongko, Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan mahasiswa yang lain mengikuti secara daring menggunakan platform Zoom Meeting dan Youtube.

Baca juga: Kuliah Di Luar Negeri Bukan Hal Sulit

Rektor Instiper Yogyakarta Harsawardana mengatakan, tahun ini , Instiper menerima 793 mahasiswa baru yang terdiri dari 736 mahasiswa program Sarjana dan 57 mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan.

Dikatakannya, 17,12% mahasiswa baru adalah penerima beasiswa. 

Disebutkan, tahun 2021/2022 ini, sebanyak 126 mahasiswa merupakan penerima beasiswa yang terdiri dari 46 penerima beasiswa PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP), 28 penerima beasiswa KIP, 25  penerima beasiswa PT Bumitama Gunajaya Agro Tbk (PT. BGA), 10 penerima beasiswa PT Asia Sawit Makmur Jaya (PT ASMJ), PT Asia Sawit Makmur, 9 penerima beasiswa PT Asian Agri, 5 penerima beasiswa PT Toba Pulp Lestari, dan 3 penerima beasiswa PT Rimba Makmur Utama.

"Beasiswa ikatan dinas dari berbagai perusahaan mitra kerja merupakan bentuk kepercayaan berbagai perusahaan mitra untuk mendidik calon karyawan mereka," kata Rektor Instiper.

Program sarjana, imbuhnya, menerima mahasiswa baru sebanyak 736 orang yang terdiri dari Fakultas Pertanian 419 mahasiswa, dengan Prodi Agroteknologi sebanyak 316 mahasiswa dan Agribisnis sebanyak 103 mahasiswa. 

Fakultas Teknologi Pertanian sebanyak 155 mahasiswa yang terdiri dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian sebanyak 51 mahasiswa dan prodi Teknik Pertanian sebanyak 104 mahasiswa. 

Fakultas Kehutanan dengan Prodi Kehutanan menerima sebanyak 162 mahasiswa.

Menghadapi era baru pandemi, ujar Rektor, Instiper telah membangun sarana dan prasarana guna untuk mendukung pembelajaran secara daring. Di antaranya adalah pembangunan studio video conference dan kelas-kelas khusus yang dilengkapi dengan peralatan multimedia.

Secara bertahap, katanya, Instiper telah mengembangkan jaringan intranet bagi mahasiswa yang berada di sekitar kampus INSTIPER dan penguatan jaringan internet di beberapa provinsi di luar pulau Jawa.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Maria Ulfah menambahkan, kegiatan pembukaan kuliah secara luring dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Mahasiswa baru yang bisa mengikuti pembukaan kuliah secara luring, jelasnya, adalah mahasiswa yang telah divaksin dan dapat menunjukkan hasil swab antigen negatif, serta berada di Yogyakarta.

"Kegiatan ini menunjukkan kesiapan Instiper Yogyakarta untuk segera menyelenggarakan kuliah secara blended, jadi memadukan kuliah tatap muka dan kuliah daring. Dengan demikian mahasiswa baru yang sudah mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan kuliah secara luring bisa mendapatkan gambaran bagaimana perkuliahan blended nantinya akan dilakukan jika izin dari pemerintah untuk tatap muka sudah diperbolehkan," jelas Maria Ulfah. (OL-1)

BERITA TERKAIT