13 September 2021, 21:16 WIB

Kasus Covid-19 Didominasi dari Luar Jawa-Bali


Mediaindonesia | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan COVID dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menyampaikan kasus aktif di luar Jawa-Bali sedikit mengalami penurunan dan berkontribusi 59,46 persen terhadap kasus aktif COVID-19 secara nasional.

“Momentum penurunan kasus yang sudah kurang dari 100 ribu agar terus dijaga dan masyarakat diminta terus waspada karena pandemi ini masih naik turun dan varian Delta tidak bisa diprediksi,” kata Menko Airlangga dalam konferensi pers evaluasi dan penerapan PPKM secara daring di Jakarta, hari ini.

Menko Airlangga juga menjelaskan perkembangan mingguan untuk masing-masing pulau. Sumatera tingkat kesembuhannya mencapai 91,96 persen, dengan fatality rate 3,54 persen dan perkembangan kasus aktifnya antara 9 Agustus-12 September turun 68,30 persen.

Baca juga: Sigap Pastikan Stok Vaksin, Mari Percepat Vaksinasi Covid-19

Kemudian Nusa Tenggara, tingkat kesembuhannya 95,03 persen, fatality rate 2,29 persen dan kasus aktifnya turun 81,66 persen. Lalu, tingkat kesembuhan di Kalimantan mencapai 93,21 persen, fatality rate 3,13 persen dan perkembangan kasus turun 74 persen.

“Maluku-Papua tingkat kesembuhan 84,29 persen, lalu fatality rate-nya 1,56 persen dan kasusnya turun 38,07 persen,” ujar Airlangga.

Sedangkan untuk Sulawesi kesembuhannya 93,54 persen, fatality rate 2,58 persen dan penurunan kasus aktif adalah minus 73,9 persen.

Kendati ada perbaikan COVID-19 di luar Jawa-Bali, Airlangga menegaskan penerapan level PPKM masih sama dengan yang diumumkan pada 6 September lalu dan akan disesuaikan kembali pada minggu depan.

“Evaluasi PPKM luar Jawa-Bali diberlakukan masih dalam 2 pekan, artinya PPKM luar Jawa-Bali berlaku 7-21 September namun evaluasinya tiap minggu,” kata dia.(Ant/OL-4)

BERITA TERKAIT