13 September 2021, 17:34 WIB

Jelang AN, Mendikbudristek Tegaskan Tidak Perlu Persiapan Khusus


Faustinus Nua | Humaniora

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan kembali bahwa pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) berbeda dengan Ujian Nasional (UN) sebelumnya. AN tidak perlu ada persiapan dan bebas akan rasa khawatir.

"AN sangat berbeda dengan UN, sehingga tidak perlu persiapan khusus dan tidak perlu khawatir. AN juga dilaksanakan mengikuti peraturan yang berlaku dan protokol kesehatan yang ketat," ungkapnya saat meninjau persiapan pelaksanaan AN di SMP Negeri 1 Surakarta, Senin (13/9).

Saat ini, pelaksanaan AN memasuki tahap geladi bersih untuk memastikan seluruh faktor yang mungkin menghambat pelaksanaan telah diatasi. Setelah semua simulasi dan geladi selesai, pelaksanaan AN untuk satuan pendidikan akan dimulai pada minggu ke-4 September 2021. Sasaran pertama pelaksanaan AN adalah SMK dan Paket C, kemudian disusul oleh SMA, SMP, dan SD/sederajat.

Nadiem mengingatkan semua warga sekolah bahwa AN tidak menimbulkan konsekuensi apapun bagi individu siswa, guru, maupun kepala sekolah. AN hanya untuk pemetaan dalam sektor pendidikan yang penting bagi penentuan kebijakan ke depan. "Tidak ada konsekuensi juga ke anggaran untuk sekolah, maupun ke lulusan. Bahkan data tidak akan dipresentasi sebagai individu, melainkan agregasi sekolah," kata dia.

Baca juga: Jokowi: Kalau Sudah Divaksin, Segerakan Sekolah Tatap Muka

Menurutnya, AN bertujuan untuk mendorong perubahan positif dalam cara guru mengajar, cara kepala sekolah memimpin pembelajaran di sekolahnya, dalam pengawasan sekolah. Begitu pula dengan cara pemerintah daerah (pemda) melakukan evaluasi diri dalam penganggaran agar lebih berorientasi pada kualitas pembelajaran. "Jadi, tujuan AN itu sebenarnya memantik perubahan. AN merupakan evaluasi terhadap sistem pendidikan," tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo mengibaratkan bahwa AN sebagai free medical check-up atau pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara gratis untuk sekolah-sekolah dan pemda. "Supaya kita tahu apa yang perlu dirawat dan diobati," ucapnya.

Dalam pelaksanaan geladi bersih pada jenjang SMP, peserta AN yang berjumlah 45 siswa dan 5 siswa cadangan hadir di sekolah untuk bersiap-siap melaksanakan simulasi AN berbasis komputer. Selanjutnya, dengan dibimbing oleh proktor, para siswa login dan memasukkan nomor token tes.

Pada hari pertama AN, para peserta akan mengerjakan soal latihan selama 10 menit, soal literasi selama 90 menit dan survei karakter selama 30 menit. Selanjutnya, pada hari kedua para peserta mengerjakan soal numerasi selama 90 menit dilanjutkan dengan survei lingkungan belajar selama 30 menit.

Dalam pelaksanaannya, pengawas mengedarkan daftar hadir serta memastikan asesmen berjalan dengan tertib, dan mengawasi pelaksanaan asesmen. Proktor mencetak jawaban siswa setelah asesmen selesai di akhir setiap sesi. Kemudian, proktor dan pengawas mengisi berita acara pelaksanaan asesmen

Salah satu proktor di SMPN 1 Surakarta, Wahyudi menyampaikan secara umum simulasi dan geladi bersih pelaksanaan AN di SMPN 1 Surakarta berjalan lancar. "Kendala hanya terkait jaringan saja, tapi dapat diatasi. Proktor sudah tahu kemana harus menyampaikan pengaduan jika ada kendala," tutur Wahyudi.(OL-4)

BERITA TERKAIT