13 September 2021, 15:32 WIB

Kemenkes Siapkan Dua Skenario Penanganan Pandemi 2022


Atalya Puspa | Humaniora

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap pemeirntah menyiapkan dua skenario penanganan covid-19 pada 2022 berdasarkan kondisi yang ada.

"Kita menggunakan dua asumsi. Asumsi pertama bahwa tidak ada varian baru sehingga kondisinya normal, berubah dari pandemi ke endemi," kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR, Senin (13/9).

"Aasumsi kedua adalah kalau ada varian baru sehingga terjadi lonjakan. Kita sudah bicarakan dengan Kemenkeu agar skenario-skenario ini dipersiapkan mengenai anggarannya," tambahnya.

Pada skenario pertama, di mana pandemi membaik, Kemenkes memperkirakan dalam satu tahun kasus covid-19 akan mencapai 1,9 juta kasus dengan rata-rata penambahan kasus sebanyak 5.274 per hari.

Adapun, pada skenario kedua, di mana kasus covid-19 semakin memburuk karena adanya varian baru, Kemenkes memperkirakan akan ada sebanyak 3,9 juta kasus positif covid-19 dalam satu tahun.

"Skenario ini akan memengaruhi testing, perawatan, dan isolasi," imbuh Budi.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi Anak Bukan Satu Syarat Pembukaaan PTM

Ia melanjutkan, dengan skenario pertama, testing akan dilakukan kepada 28 juta orang, dan skenario kedua sebanyak 58 juta orang.

Selebihnya, untuk perawatan Budi mengungkapkan pada masing-masing skenario tingkat perawatan pasien maksimal 20% dan isolasi untuk gejala ringan 80%.

Adapun, untuk mengantisipasi lonjakan kasus di kemudian hari, Budi mengungkapkan akan mempersiapkan oksigen generator yang akan didistribusikan ke provinsi-provinsi yang masih minim fasilitas.

Selanjutnya, di luar skenario tersebut, Budi memastikan juga akan mempersiapkan laboratorium di daerah agar setiap fasilitas kesehatan memiliki laboratorium rujukan yang dapat mengeluarkan hasil testing covid-19 maksimal 2 hari. Lebih lanjut, ia juga akan memperluas jaringan whole genome sequencing agar bisa dilakukan di seluruh Indonesia.

"Testing juga akan kita rapikan. Seluruh puskesmas akan kita latih dan pastikan sistemnya disederhanakan agar pelaporan lengkap," ungkap Budi.(OL-5)

BERITA TERKAIT