13 September 2021, 15:21 WIB

Dosen dan Mahasiswa UNJ Beri Pelatihan Anak-anak Yatim Piatu


Siswantini Suryandari | Humaniora

DI tengah pandemi Covid-19, sivitas akademika Universitas Negeri Jakarta tetap melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Salah satunya adalah kegiatan P2M yang dilakukan oleh doen dan mahasiswa Program Studi D3 Hubungan Masyarakat UNJ.

Dosen-dosen yang terdiri dari Asep Soegiarto M.Si, Wina Puspita Sari M.Si, Wasono Adi MPC dan Abdul Kholik M.Ikom, secara bergantian memberikan pelatihan kepada para peserta didampingi oleh para mahasiswa di  Yayasan Nurul Insan, Jakarta Timur. Yayasan tersebut bergerak di bidang sosial dan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu.

"Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahun. Kami berupaya melalui kegiatan P2M ini supaya UNJ mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi. Kami ingin para peserta yang sebagian besar sudah tidak memiliki orang tua ini, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan mereka," jelas Asep, Ketua Tim P2M, Senin (13/9).

Mulai dari pelatihan pengelolaan limbah kertas, pemberdayaan komunikasi dalam meningkatkan semangat belajar selama masa pandemi, pelatihan mengurangi adiksi permainan daring, hingga bagaimana memanfaatkan dan mengelola media sosial.

Para peserta yang berjumlah 25 orang cukup antusias mengikuti kegiatan P2M tersebut hingga akhir. Setiap pelatihan yang diberikan diselingi dengan permainan agar peserta tidak bosan dan lebih memahami secara praktis materi yang diberikan.

baca juga: Universitas Negeri Jakarta

Beragam hadiah juga diberikan bagi peserta yang mampu menjawab pertanyaan pemateri dan juga menyelesaikan permainan yang diberikan.

"Ke depannya tema-tema P2M akan disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika yang ada di masyarakat, agar masyarakat merasakan secara langsung dampak positif kegiatan ini bagi kehidupan masyarakat," lanjutnya.

Upaya ini dilakukan agar kampus dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungannya dan tidak menjadi menara gading di tengah-tengah masyarakat. (RO/N-1)

 

BERITA TERKAIT