13 September 2021, 13:52 WIB

Tanggulangi Covid-19, NasDem: PKK Harus Jadi Contoh


Cahya Mulyana | Humaniora

TIM Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat berperan aktif dalam membantu pemerintah mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. TP PKK Pusat yang terus mensosialisasikan protokol kesehatan, serta mengedukasi ibu hamil dan anak berusia 12 tahun agar mengikuti vaksinasi covid-19.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi NasDem Lisda Hendrajoni mengatakan penanggulangan pandemi virus ini membutuhkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Pelibatan lembaga, organisasi hingga unit kerja terkecil masyarakat salah satunya TP PKK menjadi penting.

Sebab TP PKK, kata dia, mampu masuk hingga tingkat kelurahan, RT hingga keluarga. Anggota PKK terdiri dari ibu-ibu yang memegang peranan atau kendali di unit kesatuan terkecil masyarakat yaitu keluarga.

Baca juga: 

"Jika upaya sosialisasi ini sudah sampai menyentuh ke unit terkecil, maka penanganan covid-19 akan lebih cepat tercapai. Sejauh ini beberapa PKK di tingkat kota dan kabupaten sudah bergerak mensosialisasikan protokol kesehatan," paparnya kepada Media Indonesia, Senin (13/9).

Upaya itu, lanjut dia, harus diiringi dengan konsistensi yang tinggi dari TP PKK supaya masyarakat semakin sadar dalam pencegahan covid-19. "Kami sangat mengapresiasi langkah Ketua TP-PKK Pusat yang ikut berperan aktif dalam menekan angka penyebaran covid-19, dengan cara aktif menyampaikan sosialisasi kepada kader TP-PKK serta masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi," ungkapnya.

Langkah TP PKK pusat, sambung dia seharusnya menjadi contoh bagi organisasi wanita lainnya khususnya bagi para TP-PKK yang berada di daerah. Peran penting TP PKK dengan aktif melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan terutama bagi kaum wanita, akan berdampak langsung dengan penerapan di rumah.

"Melalui kaum ibu, dapat sebagai penyambung lidah pemerintah dalam menyampaikan sosialisasi terkait prokes dan vaksinasi langsung kepada keluarga di rumah," pungkasnya.

Terpisah Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban menilai peran TP PKK akan mempercepat penanggulangan covid-19. Pasalnya pemahaman protokol kesehatan di tingkat keluarga akan memutus rantai covid-19.

"Peran TP PKK ini sangat bagus. Sebab untuk penanggulangan covid-19 diperlukan semua daya dan upaya. Itu mulai hulu hingga hilir," katanya.

Menurut dia peran TP PKK sebagai edukator protokol kesehatan amat diperlukan dan sejauh ini sudah cukup serius dengan langsung menyapa masyarakat. Karena salah satu pemutus rantai penularan covid-19 ialah masyarakat yang memahami dan menerapkan protokol kesehatan.

"Dan TP PKK sangat dibutuhkan saat ini. Melihat positify rate Indonesia saat ini yang turun dari 44% ke 11% dan Jakarta dari 44% ke kurang 3% itu, maka terus diharapkan peran TP PKK PKK sebagai edukator untuk level keluarga," urainya.

Selain edukasi protokol kesehatan, ia juga mengapresiasi TP PKK yang mensosialisasikan vaksinasi untuk ibu hamil dan anak-anak. "Sekali lagi edukasi prokes dan vaksinasi sangat covid-19," pungkasnya.

Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian menegaskan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Agustus hingga September 2021 TP PKK Pusat telah menyalurkan 10 ribu paket sembako di sejumlah daerah di Indonesia.

Tri menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak pandemi covid-19. Bantuan itu disalurkan ke beberapa daerah dengan jumlah yang beragam, seperti ke Palembang sebanyak 4.000 paket sembako yang terdiri dari 2.000 paket sembako ke Anyer, Bogor, dan Jabodetabek. Kemudian sebanyak 2.000 paket sembako disalurkan ke Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

"Pandemi covid-19 berdampak terhadap penurunan perekonomian masyarakat. Dibutuhkan gotong royong untuk saling bahu membahu dengan kepedulian sosial. Untuk itu, TP PKK Pusat hadir kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama ibu hamil, bayi, lansia dan disabilitas," tambah Tri.

Keterlibatan PKK dalam penanganan pandemi covid-19 sesuai dengan Rencana Induk dan Strategi Gerakan PKK tahun 2021-2024 yang disusun dalam Rakernas TP PKK, yang digelar pada 8-10 Maret 2021 lalu. Tri menambahkan, penanganan pandemi covid-19, penurunan angka stunting, dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi isu utama dalam gerakan besar yang akan diimplementasikan melalui 10 program pokok PKK ke depan.

PKK sebagai mitra kerja pemerintah yang programnya menyentuh hingga lingkungan keluarga, diharapkan mampu berperan memutus mata rantai penyebaran covid-19 melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, organisasi pemberdayaan masyarakat ini juga diharapkan berpartisipasi mensosialisasikan vaksin aman dan halal kepada masyarakat. (Cah/A-3)

BERITA TERKAIT