13 September 2021, 10:37 WIB

Unpad Bakal Memulai PTM Terbatas Pada Oktober 2021


Faustinus Nua | Humaniora

Universitas Padjadjaran (Unpad) akan memulai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada akhir Oktober mendatang. Rencana ini sejalan dengan instruksi Kemendikbudristek mengenai pembukaan kampus secara bertahap di wilayah yang masuk PPKM level 1-3.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita mengatakan, untuk sementara, pembukaan PTM didahulukan untuk kegiatan laboratorium atau praktikum. Kegiatan itu membutuhkan perolehan keterampilan (skill acquisition) yang tidak dapat diselenggarakan secara daring.

“Untuk kegiatan tatap muka di kelas, perkuliahan akan tetap dilakukan secara daring,” katanya dalam keterangan resmi Unpad, Senin (13/9).

Baca juga: BIN Terus Gulirkan Vaksinasi Massal, 58 Ribu Vaksin Disebar di 10 Provinsi

Prof. Arief menegaskan, untuk dapat mengikuti kegiatan laboratorium atau praktikum dalam kampus, mahasiswa dipersyaratkan mendapatkan izin penuh dari orang tua. Bagi mahasiswa yang tidak mendapat izin orang tua atau kesulitan transportasi menuju kampus, Unpad tetap memberikan fasilitas praktikum secara daring atau memberikan keringanan untuk menunda kegiatan tersebut di tahun depan tanpa dikenai sanksi dari sisi kredit atau masa studi.

Syarat lain adalah mahasiswa harus sudah tuntas melakukan vaksinasi dan datanya tercatat pada aplikasi PeduliLindungi. Hal ini diperlukan karena ke depan untuk dapat masuk ke dalam kampus Unpad, mahasiswa wajib mengisi aplikasi AMARI dan melakukan check in melalui aplikasi PeduliLindungi.

Lebih lanjut, Prof. Arief menerangkan bahwa untuk kesiapan sarana, Unpad akan mengatur jumlah mahasiswa yang berada di laboratorium. Pihaknya akan memadatkan waktu pembelajaran sehingga mahasiswa tidak perlu ada di sekitar kampus Unpad sepanjang semester.

“Kita batasi dengan mengikuti protokol kesehatan. Kita akan atur agar pelaksanaan praktikumnya sekitar 1-2 bulan saja,” imbuhnya.

Unpad juga mempersilahkan mahasiswa yang berasal dari luar Sumedang atau Bandung Raya yang tidak memiliki tempat bermukim untuk menggunakan asrama dalam kampus sebagai lokasi singgah selama mengikuti kegiatan laboratorium atau praktikum.

Bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir dan membutuhkan kehadiran fisik di kampus maupun mahasiswa Pascasarjana dalam jumlah terbatas, akan dilakukan juga penjadwalan kehadiran dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Persiapan lainnya adalah pelaksanaan vaksinasi yang menyeluruh. Dalam mendukung percepatan pembukaan kampus, Unpad telah berhasil melaksanakan vaksinasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, keluarga dosen dan tenaga kependidikan, hingga masyarakat di sekitar kampus Bandung dan Jatinangor.

BERITA TERKAIT