12 September 2021, 17:25 WIB

Lebah Menginspirasi Ilmuwan dalam Menemukan Metode Komputasional


Zubaedah Hanum | Humaniora

FENOMENA alam semesta selalu menjadi inspirasi para ilmuwan dalam menemukan pengetahuan baru. Bahkan, mengadaptasikan fenomena alam tersebut sebagai teknologi yang terbarukan. 

Inspirasi fenomena alam dalam bidang ilmu komputasi ini menjadi bahasan dalam kajian Al quran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, belum lama ini..

Dilansir dari laman IPB University, Prof Agus Buono, dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer FMIPA memaparkan, Allah SWT telah memberikan pembelajaran pada manusia sebagai tugas Khalifah melalui fenomena alam agar kita bisa mengolahnya seoptimal mungkin, dengan tetap menjaga dan memelihara kelestariannya demi kesejahteraan umat manusia. 

"Salah satu pembelajaran itu diberikan lewat lebah yang  untuk dimanfaatkan demi kesehatan dan kemakmuran manusia," katanya.

Lebah merupakan salah satu dari 29 binatang yang disebut dalam Al quran sebagai bagian pembelajaran manusia sebagai Khalifah. Dalam Surah An Nahl ayat 68 dan 69, Allah membuktikan efisiensi lebah dalam mencari makanan dan membangun sarangnya. 

"Allah SWT telah meminta perhatian umat muslim agar mempelajari lebah dan kemahirannya dalam membuat sarang. Kemahiran lebah tersebut merupakan kemampuan lebah dalam multiobjective optimazitation," tuturnya. 

Lebah mampu menemukan sumber yang berkualitas dan jumlah yang layak. Dalam madu yang berkhasiat bagi berbagai penyakit juga terdapat bukti kekuasaan Allah SWT bagi kaum yang memikirkan, yakni yang mengambil pelajaran," tuturnya.

Sebetulnya, sahut Prof Agus, lebah ini sudah diketahui dari segi manfaatnya sejak lama. Tapi, bila dikaitkan dengan algoritma komputer baru sekitar tahun 2005 ditemukan untuk algoritma yang dipakai dalam mencari penilaian yang optimum.

Lebah pun memberikan inspirasi bagi para ilmuwan untuk mengembangkan metode optimalisasi, yakni menemukan titik dalam domain berdimensi dua demi mengoptimalkan suatu tujuan. 

"Optimalisasi tersebut memiliki dua metode yakni teknik deterministik dan teknik metaheuristik yang meniru perilaku alamiah, salah satunya adalah makhluk hidup. Metode tersebut mengambil inspirasi dari algoritma koloni lebah dalam mencari makanan, " jelasnya.


Penyembuh
Dalam kesempatan itu, KH Muhammad Abbas Aula Lc MHI, pengasuh Pondok Pesantren Al quran Wal Hadits mengupas tafsir Kitab Al Jamal dalam melihat korelasi Surah An Nahl terkait lebah sebagai tanda kebesaran Allah. 

Ia juga mengatakan isyarat ayat Al quran mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bebas nilai. Al quran dan kaitannya dengan lebah akan selalu dikaitkan dengan peran Allah sebagai pencipta.

"Seperti yang disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 191-192  hanya orang yang berakal cerdas yang dapat paham dan yakin berbagai fenomena alam tidak akan lepas dari ketentuan Allah. Menjadi sebuah hakikat kebenaran bahwa Al quran merupakan petunjuk hidup dan rahmat umat manusia. Manusia diberikan petunjuk bahwa pada madu dapat menjadi obat penyembuh, " urainya.

Lebih lanjut dikatakannya, "Allah juga telah mengilhamkan pada lebah dalam bentuk insting sehingga dapat memberikan inspirasi bagi manusia berupa hidayah khalqiyah. Hidayah tersebut tidak hanya diberikan pada manusia, namun juga pada makhluk hidup lainnya. Sehingga setiap makhluk hidup  dapat membedakan antara hak atau makanan dengan bukan haknya."

“Allah menciptakan lebah dengan suatu kemampuan untuk mengetahui makanannya dengan pergi berkilo-kilo meter dan dapat kembali ke sarangnya dan tidak salah masuk ke dalam sarang asalnya, itulah hidayah khalqiyah,” tambahnya. (H-2(

BERITA TERKAIT