12 September 2021, 14:00 WIB

Ribuan Orang Ditolak karena Terdeteksi Covid-19, Asosiasi Yakinkan Mal Aman


Insi Nantika Jelita | Humaniora

KETUA Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyampaikan, pemerintah telah mendeteksi ribuan orang positif covid-19 yang terdeteksi melalui aplikasi PeduliLindungi dan akhirnya tidak diperkenankan masuk ke mal. 

Ribuan orang tersebut mendapatkan notifikasi warna hitam pada saat memindai QR Code dari aplikasi itu di pintu masuk pusat perbelanjaan. Berdasarkan ketentuan bahwa notifikasi warna hitam adalah kategori yang dilarang masuk ke tempat tersebut. 

Baca juga: 

"Dengan ditolaknya ribuan orang dengan notifikasi warna hitam tersebut, semakin menegaskan bahwa pusat perbelanjaan selalu memberlakukan dan menerapkan protokol kesehatan ketat dan aman saat dikunjungi," tutur Alphonzus dalam keterangannya, Minggu (12/9).

Penanganan orang yang terpapar covid-19 diminta APPBI harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena mereka seharusnya melakukan isolasi di tempat khusus dan pemerintah memastikan agar warga yang terindikasi penyakit menular itu tidak bebas berkeliaran di tempat-tempat umum.

"Sehingga mereka tidak merepotkan dan tidak membahayakan masyarakat umum lainnya. Pusat perbelanjaan telah terbukti memiliki kemampuan untuk menolak dan mencegah orang-orang yang terpapar covid-19," ucapnya.

Ketua Umum APPBI itu menekankan, pusat perbelanjaan kelolaanya memberlakukan dua lapis protokol covid-19, yakni protokol kesehatan dan protokol wajib vaksinasi yang penerapan pemeriksaannya melalui aplikasi PeduliLindungi.

"Protokol wajib vasinasi tidak meniadakan dan tidak mengurangi serta tidak menggantikan protokol kesehatan yang sudah diberlakukan sejak awal terjadinya pandemi yaitu seperti keharusan menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dan lainnya," imbuh Alphonzus.

Dalam perpanjangan PPKM hingga (13/9), pemerintah mengizinkan penambaha waktu makan di pusat perbelanjaan menjadi sejam. 

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ada (6/9) menjabarkan, data per 5 September 2021, total masyarakat yang melakukan skrining dengan PeduliLindungi tembus 21 juta orang. 761 ribu orang di antaranya masuk kategori merah dan tidak diperkenankan masuk oleh sistem.

"Lalu, sebanyak 1.603 orang dengan status positif dan kontak erat mencoba melakukan aktivitas publik. Itu kami tolak masuk," terangnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT