11 September 2021, 21:37 WIB

Anggota PTGMI Dituntut Jadi Penggerak Pola Hidup Bersih Sehat


Widhoroso | Humaniora

PERINGATAN ulang tahun ke-25 Persatuan Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) menjadi momentum para terapis gigi dan mulut untuk terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat khususnya di tengah pandemi Cobid 19. Hal itu diungkapkan Ketua Umum PTGMI, Epi Nopiah dalam keterangannya, Sabtu (11/9).

"Terapis gigi dan mulut harus terus menunjukan keteladanan serta menjadi garda terdepan penggerak masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), melakukan upaya-upaya pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut. serta upaya pencegahan penularan virus Covid-19," ungkap Epi Nopiah.

Dijelaskan, saat ini anggota PTGMI tercatat sebanyak 21.809 orang yang tersebar di 34 provinsi. Mereka bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai tingkatan dari Puskesmas sampai rumah sakit.

"Selama ini terapis gigi dan mulut mengabdikan diri untuk masyarakat melalui pelayanan pencegahan penyakit gigi dan mulut (preventif), peningkatan kesehatan gigi dan mulut (promotive) serta perawatan gigi (kuratif) terbatas di fasilitas pelayanan kesehatan melalui asuhan kesehatan gigi dan mulut baik kepada pasien perorangan maupun kelompok masyarakat," tambah Epi Nopiah.

Di tengah pendemi Covid-19, rangkaian peringatan hari jadi PTGMI yang tahun ini mengangkat tema 'TGM Peduli, TGM Berbakti', dilakukan secara virtual. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah diskusi daring dengan tema "Global Oral Health Education and Training Module", Sabtu (11/9). Dalam diskusi ini, hadir Dr Julian M Fisher dari WHO dan Dr Arish Naresh, President IOHA (international Oral Health Assosiation) sebagai narasumber.

PTGMI terbentuk 25 tahun lalu pada 13 September 1996 di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Saat itu, para perawat gigi dari berbagai provinsi di Indonesia membentuk organisasi profesi bernama Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) setelah sebelumnya perawat gigi dan tekniker gigi membentuk Ikatan Perawat dan Tekniker Gigi Indonesia (IPTGI). PPGI terbentuk dengan pertimbangan kompetensi dan kewenangan perawat gigi dan tekniker gigi yang berbeda.

Pada 2017, bertepatan dengan penyelenggaraan Munas VII PPGI di Padang Sumatera Barat, seluruh perwakilan anggota yang hadir menyepakati bahwa PPGI berganti nama menjadi PTGMI sebagai kelanjutan tak terputus dari organisasi asal yakni PPGI. Sejak saat itu PTGMI menjadi organisasi profesi tempat bernaungnya para perawat gigi atau terapis gigi dan mulut dalam pengabdiannya untuk kesehatan gigi dan mulut bangsa Indonesia. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT