10 September 2021, 11:57 WIB

Nadiem Minta Pemda Perhatikan Sekolah Swasta


Faustinus Nua | Humaniora

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan keberlangsungan sekolah swasta di tengah pandemi. Pasalnya, nasib sekolah swasta di masa sulit ini sangat bergantung pada ekonomi orang tua murid yang juga turut terdampak.

"Saya harap para kadis (kepala dinas) bisa berikan atensi, karena banyak dari mereka (sekolah swasta) bisa saja banyak yang tutup. Beda situasinya sama sekolah negeri," ungkap Nadiem saat berdiskusi bersama para guru di SMP PGRI 20 Jakarta, Jumat (10/9).

Nadiem mendengar keluhan para guru terkait situasi mereka di tengah pandemi. Bukan saja masalah kesehatan tetapi juga terkait dampak ekonomi yang dirasa cukup parah.

Baca juga: Ada 925 Ribu Guru Honorer Jadi Peserta Rekrutmen PPPK 2021

Dia mengatakan bahwa isu kesejahteraan guru memang terus menjadi tantangan. Apalagi di tengah situasi krisis seperti ini masalah tersebut harus direspons secara tepat dan membutuhkan dukungan dari semua pihak.

"Kesejahteraan guru yang layak dapat upah yang sama dengan PNS itu jadi prioritas kita," tambahnya.

Menurut Nadiem beberapa program pemerintah sudah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Salah satunya adalah rekrutmen 1 juta guru PPPK dengan lebih dari 550 ribu formasi. Begitu juga dengan relaksasi dana BOS.

Akan tetapi, untuk mengatasi masalah saat ini mau tidak mau PTM harus segera berjalan. Mengingat tatap muka tidak hanya memulihkan masalah learning lost tetapi juga menggairahkan kembali ekonomi guru dan masyarakat.

Hal itu dapat dilihat bahwa sekolah swasta sangat antusias membuka sekolah. Bahkan mereka menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya.

"Solusi kita balik tarltap muka dengan prokes ketat, itu semua nyambung dengan ekonomi. Kondisi ekonomi guru, masyarakat sekitar sekolah, orang tua ini semua saling terkoneksi," tandasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT