10 September 2021, 01:04 WIB

MBKM Bawa Perubahan Besar Pada Dunia Pendidikan Tinggi Indonesia


Widhoroso | Humaniora

KEBIJAKAN Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dinilai membawa perubahan besar di dunia pendidikan tinggi. Hal tersebut diungkapkan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara (Untar), Dr Kurnia Setiawan.

"Melalui kebijakan MBKM, ada perubahan besar di dunia pendidikan tinggi. Ada cara pandang baru dalam dunia pendidikan. Ada paradigma baru dan juga diharapkan hasilnya bagus," ujar Kurnia dalam pembukaan workshop pembekalan program MBKM, Kamis (9/9).

Menurutnya, melalui MBKM, pembelajaran tidak hanya bisa dilakukan di dalam kampus tetapi juga bisa dilakukan di luar kampus. Belajar bukan
hanya mata kuliah biasa, tetapi juga melalui kegiatan lainnya, jelasnya.

Kurnia mengatakan pihaknya mendapatkan hibah pusat keunggulan MBKM dari Kemendikbudristek. "Kami berharap melalui kegiatan ini dapat saling berbagi dan belajar, tentang wirausaha, magang, studi independen, dan penelitian," ujar dia.

Di sisi lain, Ketua Program Studi Desain Interior Untar, Maitri Widya Mutiara mengatakan program MBKM bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan pada masa depan. Menurutnya, program MBKM juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan pendidikan di luar kampus.

"Ini merupakan upaya untuk mendekatkan mahasiswa pada industri, dengan demikian lulusan akan mengenal dan menyiapkan diri sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui workshop ini, kami dan kampus lainnya diharapkan dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang MBKM," kata Maitri.

Untar sendiri, telah melakukan sejumlah kegiatan MBKM mulai dari kegiatan pertukaran pelajar, program mata kuliah lintas prodi, program studi independen, kegiatan kewirausahaan, mewajibkan penelitian dosen melibatkan mahasiswa, seminar mahasiswa, publikasi internasional, dan lainnya. Program Studi Desain Interior juga telah melakukan sejumlah implementasi kegiatan MBKM, mengembangkan buku pedoman, sosialisasi secara berkala, dan menerapkan pembelajaran yang fokus pada hasil luaran seperti karya dan artikel ilmiah yang dipublikasikan. (Ant/OL-15)

BERITA TERKAIT