09 September 2021, 09:35 WIB

Kemenhub Investigasi Tindak Kekerasan di Politeknik Pelayaran Semarang


Insi Nantika Jelita | Humaniora

KENDATI dalam sisten pembelajaran jarak jauh (PJJ), taruna senior di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah masih bisa melakukan tindak kekerasan terhadap juniornya.

Lantaran itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan menyatakan, tengah fokus lakukan investigasi internal terkait dugaan tindak kekerasan tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala BPSDMP A. Arif Priadi menegaskan tidak mentolerir terjadinya tindak kekerasan di lingkungan kampus. Meski tindak kekerasan tersebut terjadi di luar lingkungan kampus terhadap taruna yang sedang dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ), namun pihak kampus tetap mengusut insiden ini.

“PIP Semarang saya minta fokus dan mengambil langkah-langkah percepatan untuk mengusut insiden ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali” ucapnya dalam siaran pers Kemenhub, Kamis (9/9).

Arif menjelaskan, para taruna tersebut sudah hampir dua tahun ini tidak secara penuh tinggal di dalam asrama karena menjalani PJJ.

Kemudian, bagi pengelola kampus ditekankan untuk kembali mengenai penerapan standar prosedur pengawasan dan pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah secara tegas dan berkelanjutan.

Pascakejadian dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh taruna tingkat akhir kepada juniornya, Direktur PIP Semarang M. Rofik menugaskan Wakil Direktur (WADIR) 3 dan Kepala Pusat Pengembangan Karakter Taruna dan Perwira Siswa untuk fokus pada penyelesaian masalah itu. Untuk itu, keduanya disebut dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

BPSDM Perhubungan mengaku segera menyiapkan langkah-langkah nyata peningkatan pengawasan agar diharapkan kejadian serupa tidak terjadi kembali. (OL-13)

Baca Juga: Satgas Pastikan tak Ada Pungli di Samsat DKI

BERITA TERKAIT