08 September 2021, 11:29 WIB

Hingga Agustus, Indonesia Hasilkan 19.707 Ton Limbah Medis


Atalya Puspa | Humaniora

SEJAK awal pandemi Covid-19 hingga 20 Agustus 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat te6dapat 19.707 ton sampah medis yang dihasilkan dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, tempat isolasi terpusat, tempat testing Covid-19, dan tempat vaksin.

"Kita punya perhitungan asumsi bahwa dalam satu hari selama pandemi limbah medis di rumah sakit meningkat 30%. Dengan demikian dalam satu hari rumah sakit menghasilkan sebanyak 383,08 ton per hari," kata Direktur Evaluasi Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 KLHK Sinta Saptarina Soemiarno dalam acara International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) ke-6 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (8/9).

Sinta memastikan, sampah medis yang dihasilkan selama pandemi dikelola dengan baik. Pasalnya, pemerintah telah menyediakan tempat pengelolaan sampah yang ada di berbagai daerah.

Selain itu, sebanyak 20 tempat pengelolaan sampah yang tersebar di sejumlah provinsi yakni Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi, Kalimantan, dan Kepulauan Riau turut berkontribusi dalam melakukan pengelolaan sampah medis yang dihasilkan selama pandemi.

Sinta mengungkapkan, 20 tempat pengelolaan sampah yang dimiliki sektor privat tersebut dapat mengelola sebanyak 384,12 ton sampah medis per hari.

"Tapi masalahnya mereka tidak tersebar secara merata di Indonesia dan masih berpusat di pulau Jawa dan sangat minim di Indonesia timur. Untuk itu, kita harus mendorong sektor privat untuk membangun fasilitas tersebut di luar jawa," ungkap Sinta.

Selain itu, Sinta menyatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan 12 pabrik semen di sejumlah provinsi untuk mengelola sampah medis.

"Dengan pabrik semen ini, mereka bisa mengelola sebanyak 12 ton sampah perhari," ucap dia.

Selain upaya pengelolaan di hilir, Sinta mengungkapkan pihaknya juga memperkuat edukasi kepada masayrakat untuk melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah medis dari rumah.

"Untuk limbah infeksius rumah tangga, kita juga mengajak pemda untuk mengelola dengan melakukan pemilahan dan pengelolaan menggunakan insenerator," pungkas Sinta. (Ata/OL-09)

BERITA TERKAIT