08 September 2021, 09:59 WIB

Soal PTM, IPB Tunggu Kebijakan Pemkot dan Pemkab Bogor


Dede Susanti | Humaniora

IPB University, hingga saat ini, belum membuka atau memulai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

Rektor IPB University Arif Satria mengungkapkan alasan kenapa pihaknya belum memulai PTM.

Dia mengatakan pihaknya masih menunggu kebijakan dari dua pimpinan daerah yakni Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor. Karena, secara lokus, Kampus IPB University tersebar di beberapa titik di Kota dan Kabupaten Bogor.

Baca juga: Ini Penulisan Gelar Sarjana yang Benar Menurut EYD

"Kami harus dapat izin dari bupati/wali kota dan itu yang menentukan. Kami menunggu surat resmi dari pemkab dan pemkot," ungkap Rektor kepada Media Indonesia, Rabu (8/9).

Meski Bupati Bogor Ade Yasin sudah mengeluarkan kebijakan PTM terbatas dibuka, IPB tetap belum bisa melakukan karena di Kota Bogor, atau tepatnya Wali Kota Bogor Bima Arya, belum mengeluarkan kebijakan untuk PTM.

"Kami akan melihat perkembangan covid-19 dalam dua minggu ini,"katanya.

Kendati demikian, pada prinsipnya pihaknya sudah mempersiapkan diri dengan sejumlah perencanaan.

"Sudah ada plan B, C, dan D. Plan B, misalnya, kita mengundang para siswa setelah tengah semester untuk pembelajaran bertahap. Plan-plan itu kita siapkan sudah lama,"jelasnya.

Sejumlah sarana prasarana di luar kegaiatan belajar mengajarnya yang sudah disiapkan, tepatnya tersedia adalah rumah sakit lapangan di kampus dan tempat isolasi terpadu (isoter).

"Sudah ada RS lapangan dan temoat isoman, sehingga bisa siap," pungkasnya.

RS Lapangan di Kampus IPB Dramaga sendiri merupakan hasil kolaborasi IPB University dengan RS Ummi. 

RS Lapangan ini memiliki fasilitas 44 ruang perawatan isolasi untuk pasien covid-19 gejala ringan hingga sedang. Selain itu kamar perawatannya dilengkapi juga fasilitas listrik, air dan wifi.

Pelayanan perawatan pasien sesuai dengan pedoman rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat covid-19.

Sementara untuk tempat isolasi, adalah Asrama Mahasiswa IPB Dramaga yang dijadikan Pusat Isolasi Covid-19 hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor. Totalnya ada 184 TT (tempat tidur) yang saat ini kondisinya kosong atau tidak ada pasien covid-19 di sana. (OL-1)

BERITA TERKAIT