07 September 2021, 21:12 WIB

Berbagi Masker Bagi Warga Membutuhkan dengan Libatkan Para Netizen


mediaindosnesia.com | Humaniora

DALAM mengatasi pandemi Covid-19, pemerintah gencar melakuka n kegiatan vaksinasi Covid-19 agar tercapai herd immunity.

Kendati  vaksin Covid-19 menjadi bagian penting upaya pencegahan pandemi, namun penerapan protokol kesehatan tetap tak boleh ditinggalkan.

Dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes), selain mencuci tangan dengan sabun, melakukan social distancing dan physical distancing, yang tak kalah penting adalah penggunaan masker.

Untuk mendukung pelaksanaan prokes, Aice Group telah sukses menggelar gerakan inovatif #DonasikuBuatNegeri yang mengajak masyarakat lewat media sosial untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan masker.

 Para netizen diajak untuk menjadi perencana, pengarah, dan penilai atas distribusi masker medis yang diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya. Hingga hari ini atau Selasa (7/9), tercatat, ribuan masker telah dan akan didistribusikan ke pihak-pihak yang membutuhkan seperti rumah sakit, panti asuhan, dan sekolah.

Pendekatan out of the box ini dilakukan dengan modal partisipasi dan assessment atas kebutuhan masyarakat yang dilakukan oleh netizen sendiri.

Netizen cukup mendaftarkan alamat dari pihak yang sangat membutuhkan masker medis, lalu menyampaikan alasan tentang pentingnya memakai masker bagi diri dan penerimanya.

“Melalui #15HariEskrimAiceBerbagiSehat, kami telah mengajak semua netizen berbagi masker medis gratis lewat #DonasikuBuatNegeri untuk 'Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh'," ungkap Juru bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana.

Sylvana mengatakan Aice telah menyediakan 250 ribu masker medis gratis untuk didonasikan atas nama netizen penginformasi. Pengiriman masker akan dilakukan Aice Indonesia dengan melakukan pengantaran langsung ke tujuan alamat penerima donasi.

"Gerakan inovatif ini memungkinkan semua orang dapat berbagi kepada sesama tanpa ada lagi batasan," ucap  Sylvana.

Dalam gerakan inovatif yang menargetkan 250 ribu donasi masker ini, banyak netizen yang memberikan respon positif. Faktanya, netizen banyak menginformasikan bahwa meskipun masker sudah mulai banyak dijual di berbagai tempat namun masih banyak masyarakat yang sulit memilikinya.

Berbagai netizen di media sosial menginformasikan kebutuhan dari masjid, sekolah, panti asuhan, ojol bahkan hingga rumah sakit yang masih membutuhkan masker medis. Banyak titik inilah yang ditargetkan gerakan #DonasikuBuatNegeri untuk menerima donasi masker.

Salah satunya, @rahmatullah.key pria yang berprofesi ojek online di Malang, Jawa Timur, melalui unggahan di sosial media menyampaikan kebutuhan dirinya, penumpang dan komunitas ojol atas masker medis dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Perkenalkan saya Arif Yusuf, anggota dari komunitas ojek online GOPASSUS Malang. Di tengah pandemi Covid-19 memang terjadi penurunan pendapatan kami. Tetapi kami mencoba untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi kenyamanan bersama," kata Arif.

"Saya dan komunitas merasa terbantu melalui #DonasikuBuatNegeri #15HariEsKrimAiceBerbagiSehat yang diselenggarakan oleh @aiceindonesia dengan pemberian masker gratis. Masker gratis sangat membantu penerapan protokol kesehatan bagi driver dan penumpang. Terimakasih @aiceindonesia,” ungkap netizen tersebut.

Tidak berhenti sampai disini, mulai bulan September ini, Aice Group juga akan membagikan masker medis ke sekolah-sekolah, sejalan dengan dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) dalam mendukung upaya penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Gerakan inovatif #DonasikuBuatNegeri menjadi awal untuk berbagi kepada sekolah-sekolah, di mana Aice Group banyak mendapatkan permintaan dari sekolah yang ternyata kekurangan masker medis. 

Salah satunya, Solihin Mutiara Az Zahra selaku pengajar di SDN Kesabilan Banten melalui unggahan sosial media nya mengungkapkan bahwa sekolah yang berada di area terpencil di Serang Banten ini memiliki keterbatasan dalam penyelenggaraan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

“Saat pandemi Covid-19, sekolah ini memberlakukan pengajaran secara daring, namun setiap 2 hari sekali para siswanya secara bertahap datang ke sekolah untuk menyerahkan tugas karena tidak semua orang tua memiliki handphone," ujar Solihin.

"Walaupun sudah dianjurkan untuk ke sekolah memakai masker, namun karena banyak orangtua murid yang kurang mampu membeli masker untuk anaknya, maka banyak dari mereka yang tidak memakai masker ke sekolah,” tambah Solihin.

Melihat respon tersebut, melalui gerakan #DonasikuBuatNegeri, Aice Group telah menyalurkan sejumlah 2.000 masker ke SDN Kesabilan Banten yang diterima langsung oleh Solihin Mutiara Az Zahra selaku pengajar sebagai penerimanya. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT