07 September 2021, 11:55 WIB

100 Karya Seni Dipamerkan Tandai Hadirnya FIAP Exhibition Center di RI


Ardi T Hardi | Humaniora

SEBUAH pameran seni media rekam bertajuk Tanpa Batas (Borderless, Unlimited Imagination) digelar di Galeri Pandeng, Fakultas Seni Media Rekam (FMSR) Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta, mulai 7-19 September 2021. Pameran yang memajang 100 karya dari 15 negara ini sekaligUs menandai hadirnya FIAP (F©d©ration Internationale de l'Art Photographique) Exhibition Center di Indonesia.

Dekan FSMR, ISI Yogyakarta, Dr Irwandi MSn menyampaikan, peresmian pameran di Galeri Pandeng ini merupakan tonggak sejarah bagi FSMR ISI Yogyakarta karena memiliki galeri yang lolos verifikasi sebagai galeri internasional. FIAP Exhibition Center ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara dan keempat di Asia setelah Tiongkok, Iran, dan Oman.

"Hal ini tentu dapat menjadi sarana bagi civitas academica FSMR, kolega, dan seniman Indonesia untuk memublikasikan karyanya secara internasional dan diapresiasi oleh khalayak global," kata dia, Selasa (7/9).

Sebaliknya, khalayak seni di Indonesia akan semakin mudah mendapatkan pengalaman internasional melalui pameran/ penayangan karya yang dilakukan seniman dari mancanegara di Galeri Pandeng FSMR ISI Yogyakarta.

Dengan diresmikannya Galeri Pandeng FSMR ISI Yogyakarta sebagai FIAP Exhibition Center, Dekan FSMR, Dr Irwandi, MSn pun ditunjuk menjadi Direktur FIAP Exhibition Center - Galeri Pandang.

FIAP adalah satu satunya organisasi nonprofit fotografi internasional yang menjadi bagian dari UNESCO (PBB). FIAP beranggotakan negara yang diwakili oleh federasi dari 93 negara dan berkantor pusat FIAP di Luxembourg.

Irwandi menambahkan, keberadaan FIAP Exhibition Center dapat lebih meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam menciptakan karya yang berkualitas internasinoal. Dengan demikian, semoga salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan tinggi dapat tercapai, yaitu bahwa dosen dan mahasiswa memamerkan karya melalui proses kuratorial oleh kurator eskternal.

Tanpa Batas

Tema pameran, Borderless, ini mengingatkan kepada yang hadir, seni (fotografi, videografi, dan animasi) adalah manifestasi dari ide dan kreativitas yang bersumber dari daya khayal tanpa batas.

Kurator sekaligus Ketua Pengelola Galeri Pandeng pameran ini, Dr Edial Rusli SE MSn menyebut, karya yang ditampilkan dalam pameran ini mewakili berbagai bentuk seni media rekam, yaitu fotografi, videografi, dan animasi sebagai ekspresi seni.

Total 100 karya dari 15 negara dipamerkan (80 di antaranya berasal dari Indonesia), 20 karya dari 14 negara, 25 karya dari anggota HISFA Yogyakarta
dan 35 karya fotografi dari dosen, mahasiswa, dan kolega Jurusan Fotografi. Kemudian, 10 karya videografi dari dosen dan mahasiswa dari Prodi Film & Televisi serta 10 karya animasi dari dosen dan mahasiswa Prodi Animasi.

"Tujuan dan manfaat berdirinya FIAP Exhibition Center di Galeri Pandang adalah untuk menjalin kerja sama international antara FSMR ISI Yogyakarta dengan FIAP Exhibition Center di seluruh dunia," kata dia. Ia pun berharap, kerja sama ini kelak membuka jejaring yang lebih luas di komunitas seni internasional.

Selain itu, FIAP Exhibition Center-Galeri Pandeng juga akan lebih memperkenalkan fotografer Indonesia dan karya para mahasiswa dan dosen FSMR
ISI Yogyakarta ke kancah internasional melalui FIAP.

Karena diselenggarakan pada masa pandemi, pemeran seni ini diadakan secara campuran (blended), luring dan daring, agar menjangkau pengunjung secara lebih luas. Jumlah pengunjung yang hadir secara luring dibatasi dan wajib mematuhi protokol kesehatan yang ketat. (OL-13)

Baca Juga: Viral Main Tiktok, Pegawai Kontrak Pemkot Bekasi Dikenai Sanksi

 

BERITA TERKAIT