06 September 2021, 20:45 WIB

11 Kabupaten/kota di Jawa-Bali Masih Terapkan PPKM Level 4


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan daerah di Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM level 4 semakin sedikit. Bahkan hingga 5 September 2021 tercatat tinggal 11 kabupaten/kota yang masih menerapkan PPKM level 4.

"Kondisi tersebut mengalami perbaikan yang cukup berarti lantaran sebelumnya ada 25 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang masih menerapkan PPKM level 4," kata Menko Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali dalam konferensi pers update penanganan Pandemi Covid-19 secara virtual Senin (6/9).

Dia menambahkan situasi perkembangan Covid19 di Jawa Bali terus mengalami perbaikan yang berarti. Hal ini ditandai dengan semakin sedikitnya kota-kabupaten yang berada di level 4, dimana per tanggal 5 September 2021, hanya 11 kota/kab di Jawa-Bali yang ada di level 4 dari sebelumnya yang berjumlah 25 kota/kabupaten.

Baca juga: Jokowi Soroti Keramaian Tempat Wisata, Sandiaga Ingatkan warga Tidak Euforia

Bahkan peningkatan yang signifikan terjadi pada level 2 dimana jumlah kota/kab meningkat dari yang sebelumnya 27 menjadi 43 kota/kabupaten.

"Dari wilayah aglomerasi, DIY berhasil turun ke level 3, sementara Bali kami perkirakan butuh waktu 1 minggu lagi untuk turun ke level 3 dari level 4 akibat perawatan pasien di RS yang masih tinggi," sebutnya.

Secara keseluruhan, indikator transmisi penyakit yang terdiri dari penambahan kasus konfirmasi, jumlah perawatan pasien yang ada di RS, dan jumlah kematian, terus mengalami perbaikan.

"Semua ini tentunya adalah sesuatu yang patut kita syukuri yang merupakan buah dari kerja keras kita semua," paparnya.

Capaian itu, lanjut Menko Luhut tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apapun yang dilakukan ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu kedepan.

"Ini adalah sesuatu yang harus kita hindari. Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu di sebuah restoran/kafe di wilayah Jakarta yang tidak patuh terhadap Protokol Kesehatan hingga pada akhirnya harus dilakukan tindakan penutupan selama tiga hari kedepan. Kami juga masih melihat banyaknya restoran/kafe yang masih belum menerapkan dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT