Peneliti menyambut baik restrukturisasi organisasi lembaga pemerintah non-kementerian yakni LIPI, BPPT, Batan, dan Lapan. Ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh pada penelitian di berbagai bidang ilmu.
"Bidang saya tidak ada masalah dengan reorganisasi BRIN. Begitu juga saya rasa bidang ilmu lainnya. Ini hanya strategi kelembagaan saja," kata Sekretari Jenderal Ilmwan Muda Indonesia (ALMI) Periode 2018-2020 Berry Juliandi saat dihubungi, Sabtu (4/9).
Baca juga: Kendala Pemerintah Mengentaskan Buta Aksara
Adanya langkah tersebut, dikatakan Berry hanya akan berdampak pada administrasi, koordinasi dan adaptasi keuangan.
Namun demikian, Berry menyoroti memang terdapat sejumlah masalah pada pengelolaan pendanaan penelitian di Indonesia. Pertama, yakni kurangnya sinkronisasi data penghitungan belanja penelitian dan pengembangan nasional.
Berikutnya, mekanisme pendanaan penelitian di Indonesia, menurutnya, masih menggunakan sistem pengadaan barang dan jasa. Ia menilai sistem tersebut tidak sesuai dengan sifat riset yang semestinya adaptif dan fleksibel.
"Pendanaan harus responsif dan relevan dengan tingkat fleksibilitas untuk memungkinkan penelitian yang baik," ungkap dia. (h-3)