04 September 2021, 09:30 WIB

Konas PDPI Bahas Onoiwa MX dan Rafa Khomsah dalam Terapi Pasien Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

INDONESIAN Society of Respirology (ISR) mengadakan pertemuan ilmiah 16th National Congress of Indonesian Society of Respirology (Konas PDPI) in conjunction with 1th Indonesian Chronic Lung Desease International Meeting 2021 diadakan pada Rabu (1/9)–Sabtu (4/9). Pada hari pertama dan kedua Konas PDPI diadakan virtual workshop (untuk peserta terbatas) dilanjutkan dengan Virtual Symposium KONAS PDPI di hari ketiga dan keempat. 

Melalui program ilmiah yang disajikan dalam berbagai sesi, acara itu menyoroti isu-isu penting yang saat ini memengaruhi praktik kedokteran dan spesialisasi yang disampaikan oleh narasumber terkemuka baik dari internasional maupun nasional untuk membahas kemajuan di bidang pulmonology dan respiratory serta penanganan terkini covid-19.

Pada Jumat (3/9), dalam sesi Plenary dengan dua narasumber yang sudah pakar di bidangnya yaitu guru besar dan staf pengajar respirasi di Kedokteran Universitas Indonesia dr. M. Arifin Nawas, SpP (K) dan dr. Lusi Nursilawati Syamsi, SpP, M.Farm. FCCP., FAPSR sebagai peneliti langsung dari produk Onoiwa MX pada pasien covid-19 serta merupakan ketua Satgas Covid-19 di RS Sentra Medika Cisalak. Pada event ini dibahas mengenai manfaat dari Onoiwa MX dan Rafa Khomsah. 

Onoiwa MX merupakan poliherbal yang mengandung ekstrak ikan gabus, temulawak, dan daun kelor serta memiliki hak paten bernomor P00201908169. Menurut Lusi, hasil penelitiannya menunjukkan poliherbal tersebut dapat mencegah perburukan serta  mempercepat pemulihan pada pasien covid-19 kategori sedang.  

Dalam pemaparan Lusi mengatakan bahwa esktrak ikan gabus menurunkan proses inflamasi yaitu insulin like growth factor 1 (IGF-1) dan stress oksidatif. Albumin menstabilkan dan meningkatkan transportasi kurkumin pada target virus intraseluler serta meningkatkan efektivitas kombinasi kelor dan obat-obatan memblokir SARS CoV-2 alias covid-19 untuk fusi atau masuk ke sel. "Ini merupakan strategi efektif pengobatan infeksi virus," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (4/9). Peran albumin dalam gabus menghambat pembentukan thrombus, antitrombosis, antioksidan, dan menjaga ipercoagulapati darah dengan mencegah vasculitis dan luka di organ lain.

Herbal kedua, temulawak memiliki kandungan kurkumin yang berfungsi meredakan nyeri sendi dan tulang serta menurunkan lemak darah. Sebagai antioksidan, lanjut Lusi, kurkumin sebagai antihepatotoksik yang merangsang sel hati membuat empedu, mencegah hepatitis dan gangguan hati, membantu menurunkan kadar SGOT dan SGPT, merangsang fungsi pankreas, menambah selera makan, serta mampu merangsang metabolisme sistem hormon dan fisiologi tubuh. 

Daun kelor sebagai herbal ketiga pada molecular docking memiliki empat komponen zat aktif yaitu kaempferol, pterygospermin, morphine, dan quercetin. Fungsinya menghambat energi pada target obat covid-19 Mpro (main protease) (3CLpro) dan RdRp (RNA- dependent RNA polymerase) (nsp12).

Arifin menambahkan Rafa Khomsah sebagai poliherbal yang mengandung ekstrak jintan hitam, meniran, temulawak, daun jambu biji, dan beras merah sebagai superpoten antioksidan untuk meningkatkan sistem imun dan menjaga kesehatan fungsi hati pada pasien covid-19. Dalam paparan materinya, ia mengatakan Rafa Khomsah mengandung sumber vitamin serupa vitamin C dari jambu merah dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh, mengandung zinc serta sebagai antiinflamasi dari jintan hitam, kandungan kurkumin dalam temulawak sebagai hepatoprotektor dan dapat meningkatkan nafsu makan.

Kesimpulan dari sesi itu ialah kandungan aktif yang berasal dari bahan alam sangat berpotensi dalam adjuvant terapy pada pasien covid-19 dengan derajat sedang. Kandungannya satu sama lain saling bersinergi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjadikan tubuh lebih prima. Banyak perusahaan farmasi turut berpartisipasi, salah satunya PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) yang memiliki Onoiwa MX dan Rafa Khomsah. (OL-14)

BERITA TERKAIT