31 August 2021, 22:35 WIB

Hibah Kompetisi Dorong Implementasi Kampus Merdeka


Faustinus Nua | Humaniora

IMPLEMENTASI Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan upaya serius yang tengah ditingkatkan pemerintah bersama perguruan tinggi saat ini. Salah satu program yang mendukung dan meningkatkan partisipasi peserta adalah hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

Diketahui bahwa sejumlah kampus dan juga prodi mendapat apresiasi atas partisipasinya dalam menyukseskan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) ini.

Rektor Universitas Bina Nusantara (Binus) Prof Joseph Stanislaus Harjanto Prabowo mengatakan, beberapa pokok aktifitas dari Kampus Merdeka sebenarnya sudah dijalankan oleh Binus dengan sistem akademik 2+1+1-nya. Namun tentu implementasinya harus terus ditingkatkan agar benar-benar dirasakan semua mahasiswa di kampusnya.

"Saat ini yang perlu dilakukan adalah lebih mendorong agar mahasiswa menggunakan kebebasannya untuk memilih mengikuti pilihan yang ada," ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (31/8).

Apa yang menjadi perhatian di Binus, katanya, ternyata juga selaras dengan upaya pemerintah. Beberapa kegiatan dari Kampus Merdeka didukung melalui program hibah di mana setiap PT bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam implementasi program tersebut.

"Pemerintah saat ini banyak menawarkan hibah bersaing yang dapat diperebutkan oleh perguruan tinggi. Hibah digunakan untuk menjalankan beberapa program Merdeka Belajar," imbuhnya.

PT yang mendapatkan hibah, lanjutnya akan mendapat dukungan dana dari pemerintah dalam menjalankan program Merdeka Belajar. Hibahnya pun bermacam-macam dan Binus menjadi salah satu kampus yang mendapat apresiasi itu.

Diakuinya hibah tersebut memang sangat membantu kampus-kampus terutama di masa pandemi ini. Namun, mengingat hibah bersifat terbatas maka dibutuhkan upaya untuk menjaga keberlanjutan dari program-pragram yang dijalankan ke depan.

"Karena sifatnya hibah tentu terbatas jumlahnya, PT sendiri yang harus membangun sistem akademik agar MBKM terus berjalan," tutur Prof. Joseph.

Lantas, hibah yang diperoleh Binus pun difokuskan untuk memperkuat sistem yang telah berjalan. MBKM memerlukan tindakan strategis dari pimpinan universitas, tidak bisa dilepaskan ditingkat operasional program studi.

Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Dhaniswara K Harjono menyampaikan bahwa pihaknya sangat antusias dalan pelaksanaan MBKM di kampus UKI. Beberapa program Kampus Merdeka kini tengah berjalan secara pertahap dan akan terus ditingkatkan partisipasi UKI baik secara nasional maupun di lingkungan PT.

Adapun hibah sebagai program dukungan dari pemerintah memang turut membantu menjalankan program tersebut. Namun, kembali lagi bahwa kampus harus membangun sistemnya yang berkelanjutan.

"Saat ini pada tahap pertama UKI siap untuk menerjunkan 234 mahasiswa MBKM keluar perguruan tinggi, yaitu Program Kampus Mengajar 29 peserta, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM DN) 12 peserta, Program Magang 99 peserta, Program Studi Independen Bersertifikat (MSIB) 34 peserta dab Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) BUMN 60 peserta," bebernya.

Selain menyiapkan mahasiswa sebagai peserta MBKM, UKI juga mempersiapkan dosen-dosen dari beragam program studi untuk turut serta berpartisipasi dan mensukseskan MBKM di semester ganjil 2020/2021.

Menurutnya, MBKM adalah upaya terbaik bagi perguruan tinggi mempersiapkan lulusan unggulan yang bermutu,nmandiri dan inovatif dengan memberikan mahasiswa kebebasan. Mereka mendapat kesempatan dengan mengikitu kegiatan pilihan selama 3 semester diluar prodinya.

"Kegiatan MBKM ini harus bisa tetap berkelanjutan dan berkesinambungan siapapun presiden dan menterinya. Kemudian dukungan kerjasama dari pemerintah serta Dunia Usaha dan Dunia Industri haruslah nyata dalam memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi baik PTN maupun PTS agar adik-adik mahasiswa memperoleh pengalaman yang bermanfaat sebelum dinyatakan lulus dari PT," jelasnya.

Mengingat masih dalam masa pandemi, UKI pun benar-benar mempersiapkan pelaksanaan MBKM dengan tetap mematuhu protokol kesehatan. Hampir seluruh sivitas akdemika UKI sudah di vaksin. Antara lain karena UKI dalam beberapa kali penyelenggaraan vaksinasi sudah ada lebih dari 17.000 disuntikkan baik bagi masyarakat sekitar maupun kalangan internal universitas.

"Saat ini UKI siap melaksanakan segala kegiatan MBKM baik secara online ataupun offline atau hybride," tandasnya.

PKKM merupakan program kompetisi terbuka, dengan sistem seleksi berkelompok (tiered system). Kampus-kampus dibagi dalam 3 liga sesuai kapasitas atau jumlah mahasiswanya.

Ada 5 syarat yang dipenuhi, yaitu perguruan tinggi pengusul adalah perguruan tinggi akademik (universitas, institut, sekolah tinggi) binaan Kemendikbudristek. PTN/PTS telah melakukan pelaporan data kegiatan belajar mengajar melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi dengan persentase 95 % untuk TA 2019- 1 dan 2019-2.

Kemudian PTN/PTS tersebut tidak sedang dikenakan sanksi oleh Ditjen Diktiristek, PTS pengusul tidak sedang dalam proses pengajuan perubahan perguruan tinggi dan perubahan badan hukum, dan perguruan tinggi tidak sedang memiliki masalah internal dan tidak dalam sengketa hukum

Selain itu, perguruan tinggi tersebut telah mengikuti dan lulus tahapan seleksi yang terdiri dari tahap evaluasi administratif, tahap evaluasi kualitas dan kelayakan proposal, dan tahap verifikasi kelayakan (visitasi daring).

"Ditjen Dikti menyampaikan selamat kepada penerima bantuan pemerintah PKKM tahun anggaran 2021. Bagi perguruan tinggi yang belum mendapatkan bantuan PKKM pada kesempatan ini dapat berpartisipasi pada bantuan pemerintah program Ditjen Dikti lainnya," demikian bunyi pengumuman Ditjen Dikti pada April 2021. (H-2)

BERITA TERKAIT