27 August 2021, 23:05 WIB

Program Gesid Cegah Permasalahan Gizi pada Remaja


Mediaindonesia.com |

KECUKUPAN gizi dan nutrisi pada remaja sangatlah penting untuk memastikan bahwa para remaja menjadi generasi emas Indonesia. Namun saat ini, remaja Indonesia dihadapi dengan permasalahan gizi yang kompleks yakni triple burden of malnutrition seperti kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan kekurangan zat gizi mikro dengan anemia. 

Padahal, masa remaja merupakan masa yang sangat penting dalam membentuk perilaku yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi. Dari populasi remaja yang sebesar sepertiga populasi di Indonesia, data Balitbangkes 2015 mencatat 52,5% remaja mengalami defisensi energi berat. Mereka mendapatkan kurang dari 70% energi dalam konsumsi makanan harian. Kondisi ini diperparah dengan kondisi prevalensi anemia pada anak remaja yang naik dari 18,4% pada 2013 menjadi 32% pada 2018 (Riskesdas, 2013). 

Di sisi lain, hasil Survei Kesehatan Berbasis Sekolah (GSHS, 2015) status gizi pelajar SMP dan SMA yaitu 15,8% gemuk, 7,9% kurus, dan 5,2% obesitas. Hal ini karena kurangnya konsumsi buah dan sayur, tidak atau jarang sarapan, dan tingginya konsumsi fast-food dan minuman bersoda. Perkawinan anak juga menjadi salah satu faktor risiko dari masalah kesehatan serta gizi ibu dan anak (Profil Anak, 2020).

Kurangnya kepekaan terhadap kebutuhan nutrisi pada remaja pasti berdampak pada munculnya isu-isu kesehatan yang berdampak pada produktivitas mereka hingga di usia dewasa. Padahal, Indonesia membutuhkan remaja yang produktif, kreatif, serta inovatif demi menciptakan generasi emas yang berdampak pada kemajuan bangsa. Hal tersebut hanya dapat dicapai apabila remaja sehat dan berstatus gizi baik.

Sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap permasalahan ini, Danone Indonesia menyosialisasikan panduan Gesid (Generasi Sehat Indonesia) bersama Yayasan Lentera Anak untuk meningkatkan kesadaran remaja usia SMP dan SMA agar hidup lebih sehat melalui edukasi tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta pembentukan remaja yang berkarakter di Jakarta Timur, Bekasi, dan Bogor. Subkoordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud dan Ristek Yusuf Rokhmat menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi atas komitmen Danone Indonesia dan Yayasan Lentera Anak yang menginisiasi program itu demi terciptanya Indonesia sehat. 

Hal ini senada dengan kebijakan merdeka belajar yang tertuang dalam agenda RPJMN 2020-2024 tentang Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing melalui hadirnya pendidikan yang bermutu. Tentu hal ini tidak luput dengan pentingnya kesehatan bagi para remaja selaku peserta didik. "Untuk itu, kami senantiasa mendorong program kolaborasi dan upaya satuan pendidikan untuk menanamkan, menumbuhkan, dan mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan sekolah," ujar Yusuf dalam keterangan resmi, Jumat (27/8).

Menyadari pentingnya intervensi terhadap kesehatan remaja khususnya pemahaman kebutuhan gizi dalam bentuk edukasi, Danone Indonesia bekerjasama dengan FEMA IPB menghadirkan panduan Gesid yang ditujukan bagi remaja sekolah menengah tingkat SMP hingga SMA yang dihadirkan sejak akhir 2020. Panduan Gesid dengan fokus pencegahan stunting dengan membangun generasi sehat melalui gizi dan kesehatan meliputi gizi seimbang, gizi remaja, anemia, 1.000 HPK dan stunting, pubertas dan merawat kesehatan reproduksi sehingga rantai stunting dapat diputus sejak dini.

VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan buku panduan Gesid berbicara mengenai tiga pilar utama bagi para remaja, yaitu Aku Peduli, Aku Sehat, dan Aku Bertanggung Jawab. Ketiga pilar ini tidak hanya mengajarkan tentang komposisi makan yang dapat memenuhi kecukupan gizi para remaja, tetapi juga memengaruhi mereka di masa mendatang dan mengajak mereka untuk bertanggung jawab atas diri mereka. "Program Gesid akan diimplementasikan di sekolah-sekolah di Indonesia melalui kolaborasi bersama Yayasan Lentera Anak khususnya di tiga area yakni Jakarta Timur, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bogor," tuturnya. 

Dalam sosialisasi program Gesid di tiga area tersebut, Danone Indonesia menargetkan jangkauan program sebanyak 7.500 siswa dan 60 guru dari 30 sekolah. Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari menjelaskan untuk menjangkau para remaja, guru selaku target utama dari program. Pihaknya berupaya mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan seperti pemerintah, institusi pendidikan, dan para orangtua. "Kami juga berusaha menyosialisasikan panduan Gesid melalui penguatan kegiatan unit kesehatan sekolah (UKS) serta sosialisasi langsung yang dilaksanakan secara daring. Kami juga memilih 300 siswa untuk menjadi Duta Gesid yang akan diberikan pelatihan khusus seperti manajemen UKS dan protokol kesehatan, remaja dan permasalahannya, gizi seimbang, dan mencegah perkawinan pada anak," ulasnya.

Baca juga: Status Gizi dapat Diintervensi Lewat Transformasi Kebijakan Pangan

Melalui panduan Gesid diharapkan sekolah sebagai institusi pendidikan dapat membantu mengedukasi dan memantau kondisi gizi para remaja. Perwakilan Guru SMPI Daarul Jannah Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasinya terhadap program Gesid yang memiliki fokus terhadap kesehatan gizi remaja. Melalui panduan ini, pihaknya dapat memahami secara jelas tiga area yang perlu ditanamkan oleh siswa untuk menjadi generasi peduli, sehat, dan bertanggung jawab. (OL-14)

BERITA TERKAIT