27 August 2021, 11:44 WIB

Meski Sinovac Telah Diakui, WNI belum Bisa Masuk Arab Saudi


Basuki Eka Purnama | Humaniora

WARGA negara Indonesia (WNI) yang telah divaksin covid-19, terutama mereka yang hendak menjalankan umrah ke Arab Saudi, saat ini, belum dapat mengunjungi negara tersebut, meski vaksin covid-19 produksi Sinovac telah diakui di sana.

Menurut Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono, hingga saat ini, pihaknya belum dapat melakukan dorongan ke pemerintah setempat terkait izin masuk jamaah umrah WNI ke Arab Saudi, mengingat penerbangan langsung dari Indonesia masih belum diizinkan oleh negara itu.

"Untuk dorong umrah belum bisa karena Indonesia masih di-suspend, belum boleh terbang langsung. Kita masih tunggu ketentuan lebih lanjut dari Saudi," kata Eko.

Baca juga: Sandiaga Pastikan Pemakaian PeduliLindungi akan Dimasifkan di Tempat Wisata

Arab Saudi, secara bertahap, mulai menerima permintaan jamaah umrah dari luar negeri untuk mereka yang sudah divaksin dan, Selasa (24/8), pemerintah setempat resmi memperbolehkan vaksin covid-19 Sinovac dan Sinopharm bagi para calon jamaah.

Namun, menurut Konjen RI, penggunaan kedua vaksin tersebut harus sebagai suntikan penguat di antara empat vaksin lain, yakni buatan Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Iya memang Sinovac dan Sinopharm sudah diakui Saudi tetapi harus sebagai booster dari satu di antara empat vaksin yang diakui Saudi," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk vaksin juga perlu pengaturan teknis seperti di mana dan kapan vaksin disuntikkan.

Dia pun menambahkan, hingga saat ini, belum ada sinyal dari pihak Arab Saudi terkait apakah izin masuk bagi jamaah umrah asal Indonesia akan segera dibuka.

"Sampai sekarang belum. Semoga segera ada pengumuman itu," tuturnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT