23 August 2021, 12:53 WIB

Indonesia Kedatangan 5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Sinovac


 M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

SEBANYAK 5 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac kembali masuk ke Indonesia pada Senin (23/8). Vaksin Covid-19 yang didatangkan Tiongkok dalam bentuk jadi tersebut merupakan kali ke-42 pemerintah mendatangkan vaksin ke Tanah Air.

“Kedatangan 5 juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac ini membuat total lebih dari 200 juta vaksin diterima Indonesia, baik vaksin jadi maupun dalam bentuk bulk,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi dalam konferensi pers Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap ke-42 secara virtual, Senin (23/8).

Jumlah vaksin yang telah dan akan diterima Indonesia, kata Heru, merupakan buah dari usaha pemerintah yang cukup menantang. Pasalnya, stok vaksin dunia terbatas dan beberapa negara kesulitan untuk mengakses vaksin.

“Kita termasuk negara yang berhasil mengamankan stok aksin untuk kebutuhan perlindungan warga kita. Sebagai salah satu wujud rasa syukur adalah melalui pengoptimalan vaksin yang sudah tersedia, juga percepatan program vaksinasi agar herd immunity bisa lebih cepat terbangun,” ujarnya.

Dia menambahkan, target vaksinasi sebesar 2 juta suntikkan per hari saat ini menjadi target yang ingin dicapai pemerintah. Hal itu merujuk target yang diminta oleh Presiden Joko Widodo agar kekebalan komunal dapat terbentuk.

Pasalnya, untuk mencapai kekebalan komunal tersebut, Indonesia mesti melakukan vaksinasi terhadap 208.265.720 penduduk Indonesia. Jumlah tersebut meliputi sasaran vaksinasi seperti tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, masyarakat umum, dan penduduk dengan usia 12-17 tahun.

Adapun merujuk dari data Kementerian Kesehatan yang tercatat hingga 23 Agustus 2021 pukul 12.00 WIB, diketahui baru 28 per 100 penduduk yang telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah penerima vaksinasi tahap pertama tercatat 57.340.729 dosis (27,53%), dan vaksinasi tahap kedua tercatat 31.602.633 dosis (15,17%).

Heru bilang, percepatan vaksinasi merupakan keniscayaan. Karenanya, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari pihak-pihak terkait agar percepatan dapat terjadi dan kekebalan komunal terbentuk seperti yang diharapkan.

Sejalan dengan upaya percepatan itu, dia juga mengimbau agar masyarakat bergegas untuk melakukan vaksinasi. Di saat yang sama juga masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan baik.

“Selain vaksinasi, yang tidak boleh juga dilupakan adalah disiplin pada protokol kesehatan dengan cara menjalankan protokol kesehatan dalam seluruh kegiatan atau aktivitas kita, terutama memakai masker dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas yang ditetapkan oleh pemerintah,” imbuh Heru.

“Saat ini tingkat penularan sudah mengalami penurunan, begitu juga BOR di rumah sakit. Namun, meski begitu, kita tidak boleh lengah. Momentum ini tetap perlu kita jaga, kita pertahankan, dan kita tingkatkan disiplin kita semua bersama-sama,” pungkas dia. (Mir/OL-09)

BERITA TERKAIT