23 August 2021, 12:35 WIB

Kemenkes Perkuat Pelayanan Kesehatan dan Gizi untuk Percepat Turunkan Stunting


Atalya Puspa | Humaniora

Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan dan gizi untuk mempercepat upaya penurunan stunting di Indonesia hingga mencapai 14% pada 2024 mendatang.

"Pada bidang kesehatan, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi spesifik yang ditujukan pada kelompok sasaran meliputi remaja, calon pengatin, ibu hamil, dan menyusui," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Koordinasi Nasional Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting yang diselenggarakan secara virtual, Senin (23/8).

Ia mengungkapkan, implementasi program yang difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan dan gizi dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang di semua level pelayanan, mulai dari posyandu hingga rumah sakit.

Baca jugaAngka Stunting Sejumlah Daerah Masih di Atas Rata-Rata Nasional

"Dan diperkuat dengan dukungan pemegang kepentingan terkait," tambah Budi.

Adapun, program pelayanan kesehatan dan gizi tersebut akan dilakukan dengan meningkatkan kualitas SDM, memperkuat edukasi kesehatan dan gizi, dan memperkuat manajemen intervensi di puskesmas dan posyandu yang secara komprehensif tertata dalam surveillance yang berkelanjutan.

Budi mengakui, pandemi covid-19 saat ini turut berpengaruh pada aktivitas percepatan penurunan stunting yang dilakukan. Namun demikian, ia memastikan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan akselerasi percepatan penurunan stunting.

"Sebagai pemangku kepentingan, mari kita berkontribusi secara maksimal untuk terus menguatkan intervensi spesifik dan sensitif secara terkoordinasi dengan optimisme dan kerja secara bersama untuk mencapai target maksimal," tutur Budi.

"Kita yakin akan memberi dampak signifikan terhadap penurunan stunting di Indonesia sebagai bukti keseriusan kita untuk penyelamatan generasi bangsa," pungkas dia. (H-3)

BERITA TERKAIT